Penyaluran PKE Indonesia Eximbank Capai Rp13,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 85%

Penyaluran PKE Indonesia Eximbank Capai Rp13,5 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 85%

Indonesia Eximbank salurkan PKE Rp13,5 triliun di 2025, naik 85% YoY, dukung ekspor nasional dan penguatan industri strategis.

(Bisnis.Com) 07/03/26 15:58 157942

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatat penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) mencapai Rp13,5 triliun, tumbuh 85% (year on year/YoY) dari Rp7,3 triliun.

Untuk diketahui, PKE adalah penugasan yang diberikan Pemerintah kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan ekspor (pembiayaan, penjaminan, dan/atau asuransi) atas transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, tetapi dianggap perlu oleh Pemerintah untuk menunjang kebijakan ekspor nasional.

Kepala Divisi Penugasan Khusus & Strategi LPEI, Berlianto Wibowo mengatakan capaian ini mencerminkan efektivitas program PKE dalam mendukung ekosistem ekspor nasional dan mempertegas peran Indonesia Eximbank sebagai instrumen strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekspor nasional serta memperkuat ketahanan industri strategis di tengah dinamika ekonomi global.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat performa ekspor Indonesia sepanjang 2025 kemarin mencapai US$282,91 miliar atau meningkat 6,15% YoY.

“Tahun 2025 menjadi momentum bagi Indonesia Eximbank untuk semakin memperkuat efektivitas program PKE dalam mendukung ekosistem ekspor nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (7/3/2026).

Dia meneruskan, berdasarkan hasil penghitunganDevelopmental Impactsecara agregat, setiap Rp1 pembiayaan yang disalurkan Indonesia Eximbank diestimasi mampu memberikan kontribusi hingga 2,79 kali terhadap penghematan atau penciptaan devisa, yang mencerminkan besarnya manfaat ekonomi yang dihasilkan.

“Dengan demikian, tahun 2025 fasilitas PKE turut berkontribusi pada penciptaan dan penghematan devisa negara senilai US$2,182 juta. Capaian ini menunjukkan peran nyata Indonesia Eximbank dalam menggerakkan roda perekonomian nasional melalui penguatan sektor ekspor,” tegas Berlianto.

Lebih lanjut, dia merinci bahwa sepanjang 2025 pertumbuhan penyaluran KPR didorong oleh optimalisasi dukungan kepada pelaku ekspor pada sektor-sektor prioritas seperti program PKE Farmasi dan Alat Kesehatan serta PKE Alat Transportasi.

Melalui program PKE Farmasi, imbuhnya, Indonesia Eximbank mendukung ekspor produk industri farmasi nasional seperti vaksin, obat-obatan, dan peralatan medis, termasuk jarum suntik.

Sementara itu, untuk PKE Alat Transportasi, Indonesia Eximbank turut mendorong produksi dan ekspor gerbong barang bertipe container flat top (CFT) wagon buatan Indonesia ke Selandia Baru.

“Selain itu, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan berbagai program PKE lainnya, seperti PKE Trade Finance, PKE Kawasan, PKE Usaha Kecil dan Menengah [UKM], dan PKE Penjaminan dan Asuransi yang sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperluas basis eksportir nasional dan memperkuat hilirisasi industri,” jelasnya.

Berlianto turut menekankan bahwa melalui dukungan PKE, berbagai produk unggulan Indonesia seperti rempah-rempah, furnitur, dan minyak nabati berhasil menembus pasar ekspor nontradisional, termasuk kawasan Afrika, Amerika Selatan, dan Asia Selatan.

"Indonesia Eximbank akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan produk lokal Indonesia tidak hanya unggul di pasar domestik, tetapi juga berani mendunia di pasar internasional," kata Berlianto.

#lpei #indonesia-eximbank #pembiayaan-ekspor #pertumbuhan-ekspor #pke-farmasi #pke-alat-transportasi #ekspor-nasional #devisa-negara #produk-unggulan-indonesia #pasar-internasional #lpei #strategi-eksp

https://finansial.bisnis.com/read/20260307/89/1958542/penyaluran-pke-indonesia-eximbank-capai-rp135-triliun-sepanjang-2025-tumbuh-85