Karantina Jawa Tengah Kawal Ekspor Kopi Pekalongan
Karantina Jawa Tengah dan Bank Indonesia Tegal melepas ekspor 19,8 ton kopi Robusta Pekalongan senilai Rp2,4 miliar ke Yunani dan Makedonia, memperkuat daya saing UMKM lokal.
(Bisnis.Com) 10/03/26 08:12 159931
Bisnis.com, SEMARANG - KarantinaJawa Tengah bersama Bank Indonesia Tegal resmi melepas ekspor 19,8 ton kopi Robusta asal Pekalongan senilai Rp2,4 miliar ke pasar Yunani dan Makedonia.
Langkah strategis ini menandai penguatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di tengah standarisasi global yang kian ketat.
Kepala Karantina Jawa Tengah Hari Yuwono Ady menyatakan bahwa keberhasilan CVLKN dan KUB Lumbung Kopi Nusantara merupakan pencapaian signifikan bagi ekosistem pertanian daerah.
Nilai ekspor yang mencapai kisaran Rp2,4 miliar ini menjadi bukti nyata bahwa produk petani lokal mampu memenuhi kriteria pasar internasional yang sangat selektif, khususnya di Makedonia dan Yunani.
"Pelepasan ekspor ini menjadi momentum yang sangat membanggakan, bukan hanya bagi pelaku usaha yang terlibat, tetapi juga bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bank Indonesia, serta seluruh pihak yang selama ini mendorong tumbuhnya UMKM yang berorientasi ekspor," ujar Hari pada Senin (9/3/2026).
Hari menekankan bahwa kepatuhan terhadap persyaratan Sanitary dan Phytosanitary (SPS) negara tujuan merupakan kunci utama dalam menembus barikade perdagangan global.
Karantina Jawa Tengah berperan tidak hanya sebagai regulator yang menerbitkan sertifikat kesehatan sesuai amanat UU No.21/2019, tetapi juga sebagai fasilitator dan mitra teknis bagi para pelaku usaha.
Karantina Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengawal produk-produk pertanian Jawa Tengah menembus pasar dunia.
"Kegiatan ini sebagai ajang penguatan ekspor komoditas pertanian khususnya kopi. Sinergi antar instansi terkait dan pelaku usaha perlu ditingkatkan seiring kompleksitas arus logistik kegiatan ekspor," pungkas Hari.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bimala menjelaskan bahwa penguatan klaster UMKM ini bertujuan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah melalui perolehan devisa.
KUB Lumbung Kopi Nusantara yang berbasis di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, telah melewati proses pembinaan intensif sejak 2024, termasuk partisipasi dalam Export Coaching Program (ECP).
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong UMKM berorientasi ekspor serta memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah. Keberhasilan ekspor dalam skala kontainer ini menjadi tonggak penting bagi kopi Pekalongan dalam menembus pasar internasional," kata Bimala.
Data menunjukkan tren positif pada performa ekspor kopi wilayah ini secara konsisten. Sebelumnya, pada periode November 2025, volume ekspor tercatat telah mencapai 59,4 ton yang dikirimkan melalui 3 kontainer.
Hal ini mencerminkan peningkatan kapasitas produksi yang stabil dari lahan seluas 60 hektare yang dikelola petani di kawasan perhutanan sosial KPH Pekalongan Timur.
Bimala menambahkan bahwa penetrasi ke Pelabuhan Thessaloniki, Yunani, merupakan hasil dari kurasi standar mutu yang ketat.
Selain green bean, kelompok tani binaan juga mulai mendiversifikasi produk menjadi roasted bean hingga kopi bubuk siap konsumsi untuk menyasar segmen pasar ritel yang lebih luas di Benua Biru.
Dari perspektif makroekonomi, fasilitas ekspor ini sejalan dengan tugas utama Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai mata uang melalui 3 pilar kebijakan.
Penguatan ekonomi regional di tingkat akar rumput diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang tangguh terhadap fluktuasi ekonomi global sekaligus meningkatkan taraf hidup petani kopi di hulu.
#kopi-robusta #ekspor-kopi #kopi-pekalongan #karantina-jawa-tengah #umkm-lokal #pasar-internasional #bank-indonesia-tegal #ekspor-makedonia #ekspor-yunani #standar-mutu-kopi #kopi-nusantara #produk-per