Perang Iran–AS Bayangi Kinerja Reksa Dana Syariah saat Ramadan 2026
Kinerja reksa dana syariah tertekan selama Ramadan 2026 akibat konflik Iran-AS, meski dana kelolaan meningkat. Reksa dana pasar uang tetap stabil.
(Bisnis.Com) 10/03/26 13:36 160417
Bisnis.com, JAKARTA — Infovesta memperkirakan kinerja reksa dana syariah selama Ramadan pada tahun ini masih akan tertekan di tengah gejolak geopolitik saat ini, terutama dengan sentimen perang Iran – Amerika Serikat.
Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan kinerja reksa dana syariah selama Ramadan tahun ini menghadapi tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian global. Konflik geopolitik yang melibatkan Iran serta volatilitas pasar keuangan membuat sebagian besar produk reksa dana berbasis saham dan campuran bergerak terbatas.
Dia menyebut kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Pada Ramadan 2025, kinerja reksa dana syariah juga cenderung stagnan karena pasar masih menunggu kepastian kebijakan perang tarif yang akhirnya diumumkan pada April 2025 dan memicu koreksi di pasar saham.
“Pada tahun lalu kinerja reksa dana syariah relatif flat karena pasar menunggu kebijakan perang tarif. Setelah kebijakan itu diumumkan pada April 2025, pasar saham langsung terkoreksi,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Sementara itu, pada Ramadan 2026, lanjut Wawan, tekanan datang dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Konflik Iran turut menekan sentimen pasar sehingga berdampak pada kinerja sejumlah produk reksa dana syariah, terutama yang berbasis saham.
Di tengah tekanan tersebut, reksa dana syariah pasar uang tercatat menjadi satu-satunya kategori yang konsisten membukukan kinerja positif sepanjang Ramadan. Karakter instrumen pasar uang yang cenderung stabil membuatnya lebih tahan terhadap gejolak pasar.
Berdasarkan data Infovesta Utama pada periode Ramadan 2025 (28 Februari 2025 – 31 Maret 2025),kinerja reksa dana syariah untuk Infovesta Sharia Money Market Fund dan Infovesta Sharia Fixed Income Fund Index mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 0,34% dan 0,14%.
Sementara kinerja negatif dicatatkan Infovesta Sharia Balanced Fund Index yang -0,56% dan Infovesta Sharia Equity Fund Indeks yang -1,106%.
Membandingkan dengan kinerja selama periode Ramadan 2026 (19 Februari 2026-10 Maret 2026), kinerja positif hanya terjadi pada Infovesta Sharia Money Market Fund yang tumbuh 0,145%.
Sisi lain, kinerja Infovesta Sharia Fixed Income Fund Index, dicatatkan Infovesta Sharia Balanced Fund Index, dan Infovesta Sharia Equity Fund Indeks masih tertekan. Kinerja masing-masing secara berurutan -0,21%, -04,21%, dan -8,58%.
Meski kinerja sejumlah produk tertekan, dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana syariah justru menunjukkan tren peningkatan. Kenaikan terjadi baik pada produk berbasis rupiah maupun dolar Amerika Serikat.
Di tengah ketidakpastian pasar, investor juga disarankan menyesuaikan strategi investasi dengan horizon waktu masing-masing. Investor jangka pendek dinilai lebih aman menempatkan dana pada reksa dana pasar uang yang relatif stabil.
“Untuk investor jangka pendek sebaiknya parkir dulu di pasar uang. Sementara bagi investor jangka panjang, kondisi valuasi saham yang relatif murah bisa menjadi peluang untuk mulai mencicil investasi di reksa dana berbasis saham,” ujarnya.
Adapun terkait momentum Ramadan dan pembagian tunjangan hari raya (THR), terdapat kemungkinan sebagian investor mengalokasikan dana tambahan ke instrumen investasi syariah. Namun, keputusan investasi tetap sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar dan tingkat risiko yang siap ditanggung investor.
Secara tren, investasi berbasis syariah dinilai semakin menjadi pilihan bagi investor domestik. Hal ini tercermin dari pertumbuhan dana kelolaan yang terus meningkat, bahkan di luar periode Ramadan.
Dengan demikian, menurutnya, Ramadan bukan lagi satu-satunya momentum bagi investor untuk masuk ke produk reksa dana syariah. Produk tersebut kini semakin dilirik sebagai instrumen investasi jangka panjang yang sejalan dengan prinsip keuangan syariah.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual reksa dana. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#reksa-dana-syariah #perang-iran-as #ramadan-2026 #geopolitik-timur-tengah #pasar-uang-syariah #investasi-syariah #konflik-iran-amerika #volatilitas-pasar-keuangan #dana-kelolaan-syariah #strategi-inve