Harga Buyback Emas Antam Naik 20,63% hingga Rabu (11/3)

Harga Buyback Emas Antam Naik 20,63% hingga Rabu (11/3)

Harga buyback emas Antam naik 20,63% sejak awal 2026, mencapai Rp2.847.000 per gram pada 11 Maret, meski masih di bawah rekor tertinggi sebelumnya.

(Bisnis.Com) 11/03/26 18:35 162247

Bisnis.com, JAKARTA — Harga buybackemas Antam telah mengalami kenaikan 20,63% sejak awal tahun hingga hari ini Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan data Logam Mulia Rabu (11/3/2026), harga buyback emas Antam naik Rp45.000 ke Rp2.847.000. Posisi itu mencerminkan kenaikan 20,63% untuk periode berjalan 2026.

Kendati demikian, harga buyback emas Antam masih terpaut dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di Rp2.989.000 pada akhir Januari 2026.

Sebagaimana diketahui, harga buyback emas Antam merupakan acuan pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) berdasarkan ukuran 1 gram. Pergerakan sejalan dengan mahar logam mulia di pasar global.

Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.

Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Diberitakan Bisnis sebelumnya Rabu (11/3/2026), harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi US$5.217,50 per troy ounce. Sementara itu, harga emas Comex melemah 0,32% menjadi US$5.225,10 per troy ounce.

Logam mulia tersebut sebelumnya telah menembus level US$5.200 per troy ounce setelah menguat sekitar 1% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Usulan IEA—yang pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal—diperkirakan mencakup pelepasan cadangan minyak melebihi 182 juta barel, melampaui volume yang dilepas setelah Russian invasion of Ukraine pada 2022.

Seiring kabar tersebut, harga minyak mentah memangkas sebagian kenaikan sebelumnya, sementara indeks dolar AS melemah hingga 0,1%.

Di sisi lain, perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memasuki hari ke-12, dengan pasar juga mencerna pesan yang saling bertentangan dari pejabat AS. Gedung Putih menyatakan AS tidak mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, bertentangan dengan unggahan media sosial yang kemudian dihapus oleh Menteri Energi Chris Wright.

Aktivitas pelayaran melalui jalur strategis tersebut hampir terhenti, padahal biasanya menjadi rute sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.

Bagi pasar emas, volatilitas ekstrem pada harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang pada gilirannya menekan ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dan bank sentral lainnya. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Direktur strategi komoditas BNP Paribas SA, David Wilson, mengatakan harga emas sempat tertekan oleh penguatan dolar AS dan pelemahan pasar saham AS pada pekan lalu.

“Emas sedikit tertekan oleh penguatan dolar AS dan penurunan saham AS, karena sebagian investor menjual emas untuk memenuhi margin call di pasar ekuitas,” ujarnya.

#buyback-emas #harga-buyback #emas-antam #harga-emas #logam-mulia #harga-buyback-emas #buyback-emas-antam #harga-emas-antam #kenaikan-harga-emas #emas-batangan #harga-emas-global #harga-emas-comex #har

https://market.bisnis.com/read/20260311/235/1959738/harga-buyback-emas-antam-naik-2063-hingga-rabu-113