Prospek Saham BBCA Usai Sinyal Tebar Dividen Interim 3 Kali dan Buyback

Prospek Saham BBCA Usai Sinyal Tebar Dividen Interim 3 Kali dan Buyback

BBCA berencana bagi dividen interim 3 kali dan buyback saham Rp5 triliun pada 2026, meningkatkan daya tarik saham di tengah pasar fluktuatif.

(Bisnis.Com) 13/03/26 15:38 164361

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana pembagian dividen interim hingga 3 kali dan pembelian kembali (buyback) saham dinilai menjadi katalis bagi kinerja saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada tahun ini.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (12/3/2026), BBCA menyampaikan rencana pembagian dividen interim sebanyak 3 kali pada 2026.

Pembagian dividen diputuskan sebesar 72% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp57,5 triliun. Dengan rasio tersebut, total dividen yang dibagikan kepada pemegang saham mencapai sekitar Rp41,3 triliun atau setara Rp336 per saham.

Rasio pembagian dividen ini juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, BBCA membagikan dividen dengan payout ratio sekitar 67,4%.

Sebelumnya, BBCA telah membagikan dividen interim pada Desember 2025 sebesar Rp6,8 triliun atau setara Rp55 per saham. Dengan demikian, sisa dividen tunai final yang akan dibagikan kepada pemegang saham mencapai sekitar Rp281 per saham.

Selain pembagian dividen, RUPST juga memberikan persetujuan bagi BBCA untuk melakukan buyback dengan nilai maksimal Rp5 triliun.

Analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi mengatakan besaran dividen tersebut menjadi daya tarik di tengah kondisi harga saham BBCA yang sempat mengalami tekanan pasar. Dengan harga saham saat ini, yield dividen BBCA diperkirakan berada di kisaran 4–5%, lebih tinggi dibandingkan yield historis yang biasanya berada di kisaran 2–3%.

"Kombinasi antara dividen yang tinggi dan program buyback mencerminkan upaya BBCA untuk menambah nilai pemegang saham di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi," kata Akhmad dalam keterangannya, Jumat (13/3/2025).

Menurutnya, strategi ini juga menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental bisnis perseroan ke depan. BBCA yang memiliki keunggulan dalam bisnis transactional banking adalah pada biaya dana yang rendah, serta daya tarik dividen.

Dalam risetnya Akhmad memberikan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp11.080 per saham untuk 12 bulan ke depan atau setara dengan rasio price to book value (PBV) 4,1x 2026 yang mencerminkan potensi kenaikan 60,6% dari harga penutupan terakhir Kamis (12/3/2026) di Rp6.900 per saham.

Sementara itu, Presiden Direktur BBCA, Hendra Lembong mengatakan pembagian dividen interim yang akan dilakukan lebih dari sekali dalam setahun ini merupakan terobosan baru bagi perseroan. Rencananya, pembagian dividen interim ini akan dilakukan setiap kuartal.

“Pembagian dividen interim setiap kuartal ini diharapkan dapat menambah cashflow bagi pemegang saham yang selama ini senantiasa bersama kami. Perseroan memastikan rencana ini juga menyesuaikan dengan kondisi keuangan dan telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris,” kata Hendra dalam keterangan resmi.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#saham-bbca #dividen-bbca #buyback-bbca #dividen-interim-bbca #pembagian-dividen-bbca #kinerja-saham-bbca #rasio-dividen-bbca #yield-dividen-bbca #harga-saham-bbca #prospek-saham-bbca #rekomendasi-saha

https://finansial.bisnis.com/read/20260313/90/1960301/prospek-saham-bbca-usai-sinyal-tebar-dividen-interim-3-kali-dan-buyback