Danantara Ungkap Alasan Terbitkan Surat Utang Baru Rp7 Triliun

Danantara Ungkap Alasan Terbitkan Surat Utang Baru Rp7 Triliun

Danantara mengungkapkan penerbitan Patriot Bonds Rp50 triliun dan MTN Rp7 triliun, bertujuan untuk mengakomodasi tingginya minat investor privat.

(Bisnis.Com) 17/03/26 12:16 167037

Bisnis.com, JAKARTA — Danantara Indonesia mengungkapkan alasan di balik rangkaian penerbitan instrumen surat utang, mulai dari Patriot Bonds senilai Rp50 triliun hingga Medium Term Notes (MTN) terbaru sebesar Rp7 triliun.

MD Finance Danantara Investment Management, Djamal Attamimi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya permintaan pasar.

Menurutnya, Danantara berupaya mengakomodasi minat investor yang ingin berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan nasional melalui skema privat.

“Memperhatikan tingginya minat investor terhadap Patriot Bonds yang diterbitkan pada September 2025, Danantara Indonesia akan terus mengakomodasi minat calon investor, termasuk melalui penerbitan Surat Utang Jangka Panjang yang bersifat privat dan sukarela,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Selain faktor permintaan investor, Djamal menegaskan bahwa alasan fundamental dari inisiatif pembiayaan ini adalah untuk mendukung mandat Danantara sebagai sovereign fund dalam mengawal pertumbuhan ekonomi.

Dana yang dihimpun melalui instrumen MTN dan Patriot Bonds diproyeksikan menjadi mesin penggerak bagi proyek-proyek strategis berkelanjutan.

“Inisiatif pembiayaan seperti ini bertujuan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, PT Danantara Investment Management (Persero) telah menerbitkan instrumen surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) dengan total nilai nominal mencapai Rp7 triliun.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dikutip Minggu (15/3/2026), penerbitan tersebut terbagi ke dalam dua seri, yakni Seri A dan Seri B yang masing-masing memiliki nilai nominal sebesar Rp3,5 triliun.

Manajemen KSEI dalam pengumumannya telah menerbitkan kode ISIN (International Securities Identification Number) untuk kedua instrumen tersebut. Efek ini akan didistribusikan secara elektronik pada 17 Maret 2026.

Secara rinci, MTN Seri A dengan kode Efek DNTR02A1JP memiliki nilai nominal Rp3,5 triliun dengan tanggal jatuh tempo pada 18 Maret 2031 atau bertenor 5 tahun. Jenis bunga yang ditetapkan adalah fixed dengan frekuensi pembayaran tahunan bunga pertama dijadwalkan pada 17 Maret 2027.

Sementara itu, MTN Seri B dengan kode efek DNTR02B1JP juga memiliki nilai nominal Rp3,5 triliun, tetapi dengan tenor yang lebih panjang yakni 7 tahun atau jatuh tempo pada 17 Maret 2033. Sama seperti Seri A, seri tersebut mengusung bunga tetap dengan pembayaran bunga pertama pada Maret 2027.

Pada 2025, Danantara Investment juga mencatat penerbitan Surat Utang Jangka Panjang (SUJP) Tahun 2025 Tahap I dengan nilai Rp50 triliun.

Berdasarkan pengumuman resmi KSEI Nomor KSEI-6183/DIR/1025 pada 16 Oktober 2025, penerbitan SUJP atau Patriot Bond itu dilakukan tanpa melalui penawaran umum serta terdiri atas dua seri, yakni Seri A dan Seri B.

Seri A tercatat memiliki tenor 5 tahun 1 hari kalender dengan bunga tetap 2% per tahun, sementara Seri B berjangka waktu 7 tahun dengan tingkat bunga yang sama. Distribusi surat utang dilakukan secara elektronik pada 21 Oktober 2025, dengan pembayaran bunga pertama pada 21 Oktober 2026.

Adapun nilai pokok masing-masing seri mencapai Rp25 triliun, dengan satuan perdagangan dan pemindahbukuan senilai Rp25 miliar per unit.

PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penata laksana penerbitan, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ditunjuk sebagai agen pemantau.

#danantara-surat-utang #danantara-medium-term-notes #patriot-bonds #danantara-investment-management #investor-minat #pembiayaan-pembangunan-nasional #sovereign-fund-indonesia #pertumbuhan-ekonomi-berke

https://market.bisnis.com/read/20260317/192/1961011/danantara-ungkap-alasan-terbitkan-surat-utang-baru-rp7-triliun