Rugi Rp266 Triliun, Honda Batalkan 3 Mobil Listrik: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Rugi Rp266 Triliun, Honda Batalkan 3 Mobil Listrik: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Keputusan Honda membatalkan tiga mobil listrik di Amerika Serikat bukan sekadar revisi strategi—tapi jadi sinyal keras bahwa pasar belum siap sepenuhnya meninggalkan... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 19/03/26 16:21 169112

JEPANG - Keputusan Honda membatalkan tiga mobil listrik di Amerika Serikat bukan sekadar revisi strategi—tapi jadi sinyal keras bahwa pasar belum siap sepenuhnya meninggalkan mesin konvensional.

Pabrikan otomotif terbesar kedua Jepang itu mengumumkan write-down bisnis kendaraan listrik sebesar USD15,7 miliar atau sekitar Rp266,9 triliun.

Angka ini mencerminkan skala kegagalan yang tidak kecil, bahkan berpotensi membuat Honda mencatat kerugian tahunan pertama dalam hampir 70 tahun.

Tiga model yang dibatalkan mencakup Honda 0 Saloon, Honda 0 SUV, dan Acura RSX, yang sebelumnya direncanakan meluncur di Amerika Utara mulai 2026.

Masalah utamanya sederhana: permintaan tidak sejalan dengan ambisi. Secara global, mobil listrik hanya menyumbang 2,5% dari total penjualan Honda yang mencapai 3,4 juta unit, atau sekitar 84.000 unit.

Di China—pasar otomotif terbesar dunia—Honda hanya menjual 17.000 EV dari total sekitar 677.000 unit, juga setara 2,5%.

Angka ini menegaskan bahwa penetrasi EV Honda masih sangat lemah, bahkan di pasar yang paling agresif terhadap elektrifikasi.

Rugi Rp266 Triliun, Honda Batalkan 3 Mobil Listrik: Apa yang Sebenarnya Terjadi?


Di sisi lain, konsumen justru bergerak ke arah hybrid. Tren 2026 menunjukkan pergeseran rasional: harga EV masih tinggi, infrastruktur belum merata, dan insentif pemerintah—termasuk di AS—mulai dikurangi.

Dalam konteks ini, hybrid menjadi solusi transisi yang lebih realistis secara ekonomi.

Rugi Rp266 Triliun, Honda Batalkan 3 Mobil Listrik: Apa yang Sebenarnya Terjadi?


Namun, persoalan Honda tidak berhenti pada permintaan. Perusahaan juga mengakui kalah kompetitif dari pemain baru di China yang bergerak lebih cepat dalam siklus pengembangan dan teknologi perangkat lunak seperti ADAS. Artinya, masalahnya bukan hanya pasar, tetapi juga eksekusi produk.

Rugi Rp266 Triliun, Honda Batalkan 3 Mobil Listrik: Apa yang Sebenarnya Terjadi?


Ironisnya, kegagalan ini terjadi setelah investasi besar-besaran pada platform “Honda 0 Series”—sebuah konsep revolusioner dengan baterai 80–90

kWh, jarak tempuh sekitar 300 mil (±483 km), inverter 40% lebih kecil, serta efisiensi motor meningkat dengan friksi 17% lebih rendah.

Bahkan desain baterai dibuat 6% lebih tipis dengan struktur lebih kuat. Secara teknis, ini bukan proyek setengah hati. Namun, inovasi tersebut tidak cukup untuk mengalahkan realitas harga dan preferensi konsumen.

Rugi Rp266 Triliun, Honda Batalkan 3 Mobil Listrik: Apa yang Sebenarnya Terjadi?


Keputusan Honda menanggung kerugian hingga Rp266,9 triliun menunjukkan bahwa menjual EV saat ini dianggap lebih berisiko dibanding membatalkannya. Ini adalah logika bisnis yang brutal, tetapi rasional.

Dampaknya terhadap merek Honda signifikan. Di satu sisi, langkah ini bisa dianggap pragmatis—menyelamatkan profitabilitas dengan fokus ke hybrid dan pasar berkembang seperti India.

Namun di sisi lain, ini merusak persepsi Honda sebagai inovator teknologi. Dalam industri yang sedang berlomba menuju elektrifikasi, mundur terlalu jauh bisa membuat merek kehilangan relevansi.

Kesimpulannya, kegagalan ini bukan hanya milik Honda. Ini adalah cerminan fase transisi industri otomotif global yang belum stabil. EV bukan gagal

—tetapi momentumnya belum matang. Dan di tengah ketidakpastian itu, bahkan raksasa pun memilih bermain aman.
(dan)

#honda #mobil-listrik-honda #honda-0 #honda-0-alpha

https://otomotif.sindonews.com/read/1688703/120/rugi-rp266-triliun-honda-batalkan-3-mobil-listrik-apa-yang-sebenarnya-terjadi-1773911034