JELAJAH LEBARAN 2026: ASDP Catat Pemudik Bali-Jawa Melonjak 65,2% pada Rabu (18/3)
ASDP mencatat lonjakan 65,2% pemudik Bali-Jawa pada 18 Maret 2026, dengan 239 trip diperlukan. Kemacetan terjadi akibat rangkaian Nyepi dan ketidakpatuhan aturan.
(Bisnis.Com) 19/03/26 19:01 169243
Bisnis.com, JAKARTA – Menjelang Lebaran Idulfitri 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan penumpang mencapai 65,2% pada Rabu (18/3/2026). Bahkan, diperlukan sekitar 239 trip untuk mengakomodasi lonjakan penumpang tersebut.
Data ASDP pukul 00.01–23.59 WITA, Rabu (18/3/2026) mencatat realisasi total penumpang yang melakukan penyeberangan dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 74.213 orang atau naik 65,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 44.925 orang.
Sementara itu, ASDP mencatat 23.555 unit kendaraan yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada H-3 Lebaran. Angka ini mencerminkan kenaikan 58,8% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 14.837 unit.
Diperinci, tercatat 14.659 unit kendaraan roda dua yang menyeberang pada periode tersebut. Realisasi itu naik 44,5% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 10.143 unit.
Sementara kendaraan roda empat tercatat sebanyak 7.260 unit atau naik 87,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.868 unit.
Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.051 unit atau naik 139,4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 439 unit.
Di satu sisi, total bus yang menyeberang mencapai 585 unit atau naik 51,2% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 387 unit.
Secara akumulatif, total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada periode 11–18 Maret 2026 sebanyak 457.611 orang atau naik 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 427.069 orang.
Sementara itu, total kendaraan yang telah menyeberang tercatat sebanyak 146.447 unit atau naik 8,8% dibandingkan realisasi periode 11–18 Maret 2025 sebanyak 134.633 unit.
Kemacetan Gilimanuk
Berdasarkan pemantauan Bisnis pada Rabu (18/3/2026) pukul 10.00 WITA, antrean kendaraan saat itu masih terlihat di wilayah Desa Melaya dengan panjang sekitar 11 kilometer dari pelabuhan.
Meski demikian, kondisi ini menunjukkan tren membaik dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari 30 kilometer.
Peningkatan kapasitas layanan kapal serta pengaturan arus yang lebih terstruktur mulai berdampak pada kelancaran lalu lintas.
Arus kendaraan bergerak lebih stabil, meski pengguna jasa tetap diimbau untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, pemerintah berharap kondisi lalu lintas di akses Pelabuhan Gilimanuk dapat kembali normal dalam waktu dekat, sehingga mobilitas masyarakat menjelang hari besar keagamaan dapat berjalan lebih lancar.
Penyebab Kemacetan
Direktur Utama ASDP Heru Widodo, menerangkan bahwa sedikitnya terdapat 3 alasan di balik mengularnya kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk saat itu. Salah satunya adalah rangkaian perayaan Nyepi yang berdekatan dengan mudik Lebaran.
Heru menjelaskan bahwa Nyepi yang jatuh pada tanggal 19 Maret 2026, memiliki rangkaian upacara sejak 15 Maret. Masyarakat disebut memilih melakukan mudik sebelum hari raya berlangsung, sehingga terjadi peningkatan volume kendaraan saat itu.
"Sementara para pemudik ini mereka ingin menghindari tiga rangkaian kegiatan keagamaan itu. Makanya kemudian beberapa hari yang lalu ini terjadi penumpukan," katanya kepada wartawan di Pelabuhan Merak, Selasa (17/3/2026).
Di satu sisi, memang terjadi penambahan volume kendaraan yang melakukan mudik dari Bali saat itu. Bali yang biasanya mencatatkan volume mudik kendaraan sebesar 21.000, kini mencatatkan volume hingga 27.000 kendaraan.
Terakhir, dia menilai bahwa kemacetan bersumber dari ketidakpatuhan pengendara sumbu tiga ke atas, yang tidak mematuhi aturan beroperasi pada jam-jam tertentu.
"Ditambah lagi, ini juga adanya ketidakpatuhan dari kendaraan sumbu tiga ke atas yang mestinya mereka dibatasi tapi masih tetap beroperasi di jam-jam yang sebelumnya dilarang. Nah, inilah yang kemudian menjadi penyebab kemarin terjadi macet panjang yang ada di Gilimanuk," katanya.
Alasan serupa sempat disampaikan olehMenteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi yang menyayangkan masih adanya pengusaha logistik yang nekat mengoperasikan truk sumbu tiga atau lebih pada periode pembatasan angkutan barang sejak 13 Maret 2026, sehingga menyebabkan kemacetan.
Dalam peninjauan saat itu, Dudy menekankan bahwa pelanggaran tersebut berdampak pada meningkatnya kepadatan alias kemacetan di simpul transportasi pada jalur mudik.
“Ketidakpatuhan ini berdampak pada meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah titik strategis termasuk di pelabuhan penyeberangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Senin (16/3/2026).
#pemudik-bali-jawa #asdp-penumpang-melonjak #penyeberangan-gilimanuk #kendaraan-roda-dua #kendaraan-roda-empat #truk-penyeberangan #bus-penyeberangan #kemacetan-gilimanuk #peningkatan-kapasitas-layanan