Kenapa AS dan Israel Menyerang Iran?

Kenapa AS dan Israel Menyerang Iran?

AS dan Israel menyerang Iran untuk mengeliminasi ancaman nuklir, melindungi kepentingan keamanan, dan melemahkan rezim Teheran. Konflik ini dipicu oleh tuduhan dukungan Iran terhadap milisi kawasan da

(Bisnis.Com) 21/03/26 15:03 170252

Bisnis.com, JAKARTA — Perang di Timur Tengah antara Iran dengan AS-Israel telah masuk ke pekan ketiga. Sejak menyerang Iran pada 28 Februari 2026, apa yang sebenarnya diinginkan AS dan Israel?

Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu 21/3/2026), Israel telah melancarkan gelombang serangan baru terhadap Teheran saat perang AS-Israel di Iran memasuki pekan ketiganya. Dalam serangan itu, militer Israel menargetkan infrastruktur rezim Iran. Sejak serangan 28 Februari 2026, tercatat setidaknya 1.444 orang meninggal dunia dan 18.551 luka-luka.

Serangan AS-Israel pun telah menyebabkan meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Selain itu, terbaru dilansir dari CNBC, Israel mengklaim telah membunuh Kepala Keamanan Iran Ali Larijani. Klaim datang dari Menteri Pertahanan Israel Israel Katz.

"Israel akan memberi tahu Trump [Presiden AS Donald Trump] nanti hari ini bahwa tingkat pergantian yang tinggi dalam kepemimpinan Iran terus berlanjut dan bahkan meningkat setelah eliminasi dua tokoh senior yang tersisa," kata Katz dilansir dari CNBC pada Selasa (17/3/2026).

Iran tidak segera mengkonfirmasi pembunuhan Ali Larijani. Teheran juga tidak mengkonfirmasi klaim Israel telah membunuh Gholamreza Soleimani, kepala milisi Basij yang digunakan untuk menekan protes di Republik Islam Iran.


Apa Tujuan AS-Israel Menyerang Iran?

Dilansir dari BBC, pada 28 Februari 2026, Trump telah melancarkan operasi militer terhadap Iran dan mengklaim tujuannya adalah untuk mengeliminasi ancaman langsung, melindungi kepentingan keamanan AS, dan melemahkan infrastruktur persenjataan atau nuklir Iran.

Serangan didorong oleh tuduhan dukungan Iran terhadap milisi kawasan, upaya menahan laju pengembangan nuklir, serta klaim bahwa Iran berencana menyerang terlebih dahulu.

Trump pun memancarkan kepercayaan diri akan kekuatan AS sejak ia mengumumkan dimulainya perang dalam pesan video yang direkam di kediamannya di Florida. Dalam pengumumannya itu, ia juga menyampaikan daftar panjang tuduhan, dengan alasan bahwa Iran telah menjadi ancaman nyata bagi AS sejak Revolusi Islam pada 1979.

"Kita akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka. Industri itu akan benar-benar hancur. Kita akan memusnahkan angkatan laut mereka. Kita akan memastikan bahwa proksi teroris di kawasan ini tidak lagi dapat mengacaukan kawasan atau dunia," kata Trump dilansir BBC.

Trump mengklaim Iran sedang mengembangkan rudal yang dapat mencapai AS. Trump juga mengklaim Iran hampir mengembangkan senjata nuklir.

Di samping itu, sebelum terjadinya serangan AS-Israel ke Iran, terjadi gelombang demonstrasi yang mendorong mundurnya rezim yang dipimpin Khamenei di Iran. Trump percaya bahwa AS, bersama Israel, dapat melumpuhkan rezim di Teheran.

Jika rezim tersebut tidak menyerah, ia melihatnya sebagai kehancuran total sehingga rakyat Iran akan memiliki kesempatan terbaik dalam beberapa generasi untuk turun ke jalan dan merebut kekuasaan.

"Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda selama beberapa generasi. Selama bertahun-tahun, Anda telah meminta bantuan Amerika, tetapi Anda tidak pernah mendapatkannya. Tidak ada presiden yang bersedia melakukan apa yang saya bersedia lakukan malam ini," kata Trump waktu itu.

Upaya menggulingkan rezim di sejumlah negara memang telah dilakukan AS. Pada 2003, AS dan sekutunya, termasuk Inggris, mengirim pasukan darat besar-besaran ke Irak untuk menggulingkan Saddam Hussein.

Pada 2011, Muammar Gaddafi dari Libya digulingkan oleh pasukan pemberontak yang dipersenjatai oleh NATO dan negara-negara Teluk. Trump berharap rakyat Iran dapat melakukan pekerjaan itu sendiri.

Di sisi Israel, seperti Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah membuat pernyataan yang mendorong warga Iran untuk mengambil tindakan sendiri menggulingkan rezimnya. Akan tetapi, jika mereka tidak dapat mengatasi pasukan keamanan rezim, prioritas Netanyahu adalah menghancurkan kapasitas militer Iran dan kemampuannya untuk membangun kembali milisi.

Selama beberapa dekade, Netanyahu telah memandang Iran sebagai musuh paling berbahaya bagi Israel. Dia percaya bahwa penguasa Republik Islam Iran ingin membangun senjata nuklir untuk menghancurkan negara Yahudi.

"Israel dan Amerika mampu bersama-sama melakukan apa yang telah saya harapkan untuk dicapai selama 40 tahun, untuk menghancurkan rezim teror sepenuhnya," kata Netanyahu.

#as-menyerang-iran #israel-menyerang-iran #perang-timur-tengah #serangan-militer-israel #teheran-diserang #pemimpin-iran-terbunuh #keamanan-iran #trump-operasi-militer #ancaman-iran #nuklir-iran #demon

https://kabar24.bisnis.com/read/20260321/19/1961701/kenapa-as-dan-israel-menyerang-iran