Epic Games PHK Lebih dari 1.000 Karyawan, Dampak Turunnya Popularitas Fortnite

Epic Games PHK Lebih dari 1.000 Karyawan, Dampak Turunnya Popularitas Fortnite

Epic Games PHK 1.000 karyawan akibat turunnya popularitas Fortnite dan tantangan industri game. Perusahaan menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran.

(Bisnis.Com) 25/03/26 10:47 172160

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pengembang game ternama Epic Games mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 1.000 karyawan.

Langkah ini diambil di tengah menurunnya performa game andalannya Fortnite, sejak tahun lalu yang membuat perusahaan mengeluarkan biaya lebih besar dibandingkan pendapatan yang diperoleh, serta kondisi industri game yang semakin menantang.

CEO Epic Games Tim Sweeney, menjelaskan perusahaan saat ini menghadapi ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Dia juga menyebut kondisi ini memaksa perusahaan melakukan pemotongan besar untuk menjaga pendanaan.

“PHK ini dilakukan bersama penghematan lebih dari US$500 juta [sekitar Rp8,45 triliun] dari kontrak, pemasaran, dan pengurangan posisi kosong, membantu menstabilkan kondisi perusahaan,” kata Sweeney, dikutip dari Independent, Rabu (25/03/2026).

Meski masih dimainkan oleh jutaan orang di seluruh dunia, tingkat keterlibatan pemain Fortnite memang telah menurun dibandingkan masa puncaknya. Saat ini, jumlah pemain aktif bulanan diperkirakan berada di kisaran 110–120 juta orang.

Untuk pemain harian, angkanya berkisar antara 1 hingga 3 juta pengguna. Sementara itu, jumlah pemain yang online secara bersamaan biasanya berada di angka 1,8 hingga 3,5 juta, tergantung musim dan event dalam game.

Sebagai perbandingan, pada puncaknya di akhir 2024 hingga awal 2025, Fortnite sempat mencatat lebih dari 14 juta pemain online secara bersamaan. Bahkan dalam satu hari, jumlah pemain yang login pernah mencapai 44,7 juta orang.

Menurut Sweeney, masalah yang dihadapi Epic Games tidak hanya berasal dari Fortnite. Industri game secara keseluruhan juga sedang mengalami tekanan. Faktor-faktor yang memengaruhi antara lain menurunnya daya beli pemain, persaingan yang semakin ketat dengan game lain dan hiburan digital, aktivitas dalam game yang tidak konsisten, serta proses kembalinya Fortnite ke platform mobile yang masih dalam tahap awal.

Namun, Epic menegaskan bahwa keputusan PHK ini tidak berkaitan dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Ini bukan kali pertama Epic Games melakukan PHK besar-besaran. Pada September 2023, perusahaan ini juga memangkas sekitar 800 karyawan atau sekitar 16% dari total tenaga kerjanya dengan alasan serupa.

Bagi karyawan yang terdampak, Epic Games memberikan kompensasi berupa minimal empat bulan gaji pokok, perpanjangan asuransi kesehatan, percepatan pemberian saham hingga Januari 2027, serta perpanjangan waktu opsi saham hingga dua tahun.

Untuk memberikan kejelasan arah perusahaan, Epic Games berencana mengadakan pertemuan besar dengan seluruh karyawan. Dalam pertemuan tersebut, manajemen akan memaparkan strategi dan rencana masa depan perusahaan. (Nur Amalina)

#epic-games #phk-karyawan #fortnite-populer #penurunan-pemain-fortnite #industri-game #ceo-epic-games #ketidakseimbangan-pemasukan #penghematan-epic-games #pemain-aktif-fortnite #pemain-harian-fortnite

https://teknologi.bisnis.com/read/20260325/84/1962091/epic-games-phk-lebih-dari-1000-karyawan-dampak-turunnya-popularitas-fortnite