Amman Mineral (AMMN) Cetak Laba Bersih Rp4,2 Triliun di 2025
Amman Mineral (AMMN) mencatat laba bersih Rp4,2 triliun di 2025, turun 60,91% YoY. Penurunan ini disebabkan oleh transisi operasional dan tantangan smelter.
(Bisnis.Com) 26/03/26 14:02 173412
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten tambang tembaga dan emas, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatatkan laba bersih sebesar US$248,97 juta atau setara dengan Rp4,2 triliun sepanjang tahun buku 2025.
Berdasarkan laporan keuangan akhir Desember 2026, kinerja laba bersih tersebut mengalami penurunan sebesar 60,91% (year on year/YoY).
Adapun penurunan laba bersih sejalan dengan terkoreksinya pendapatan bersih perseroan sebesar 30,68% YoY menjadi US$1,84 miliar. Sebagai perbandingan, tahun sebelumnya AMMN meraih pendapatan senilai US$2,66 miliar.
Direktur Utama Amman Mineral Internasional, Arief Sidarto, menjelaskan bahwa tahun 2025 merupakan periode transisi seiring dengan langkah perseroan menuju operasional terintegrasi penuh.
Dia menuturkan penurunan kinerja tersebut dipicu oleh transisi ke penambangan Fase 8 yang memiliki kadar bijih lebih rendah, serta adanya tantangan operasional pada fase awal pemurnian (smelter).
“Peralihan ke penambangan Fase 8 bersamaan dengan proses peningkatan kapasitas [ramp-up] smelter menimbulkan tekanan operasional jangka pendek. Namun, kami berhasil menuntaskan transformasi menjadi produsen tembaga dan emas yang terintegrasi penuh,” ujar Arief, Kamis (26/3/2026).
Meski secara tahunan menurun, emiten terafiliasi Grup Salim dan Panigoro ini mampu mencatatkan pemulihan tajam pada pengujung tahun. Tercatat, kuartal IV/2025 menyumbang sekitar 70% dari total penjualan setahun penuh.
Capaian tersebut didorong oleh stabilnya operasi peleburan (smelter) dan pemurnian logam mulia (Precious Metal Refinery/PMR), serta perolehan izin ekspor konsentrat sementara pada akhir Oktober 2025.
Sepanjang tahun lalu, AMMN juga tercatat memproduksi 79.849 ton katoda tembaga dan 124.723 ons emas murni. Sementara itu, volume penjualan konsentrat tercatat sebesar 151.353 metrik ton kering pada kuartal terakhir.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA perseroan tercatat sebesar US$1,05 miliar dengan margin yang terjaga di level 572,54 per ton.
Hingga akhir Desember 2025, total aset AMMN melonjak 24,72% menjadi US$13,87 miliar dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar US$11,12 miliar.
Di sisi lain, liabilitas perseroan juga meningkat 43,70% YoY menjadi US$8,43 miliar, sementara ekuitas tumbuh moderat 3,48% ke US$5,43 miliar.
Adapun realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2025 mencapai US$1,37 miliar, turun 23% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini mengindikasikan bahwa proyek-proyek ekspansi utama, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) serta fasilitas regasifikasi LNG, telah mendekati tahap penyelesaian.
"Memasuki tahun 2026, prioritas utama kami adalah memastikan kinerja smelter yang stabil. Fokus kami tetap pada eksekusi disiplin dan optimalisasi biaya untuk menciptakan nilai berkelanjutan," pungkas Arief.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#amman-mineral #ammn #laba-bersih #2025 #emiten-tambang #tembaga-dan-emas #penurunan-laba #pendapatan-bersih #operasional-terintegrasi #penambangan-fase-8 #smelter #produksi-tembaga #produksi-emas #pen