Purbaya Kaji Langkah Taktis Hadapi Serbuan Produk Impor di E-Commerce
Kemenkeu kaji kebijakan atasi persaingan online-offline & dominasi impor di platform digital. Pemerintah ingin pastikan pelaku usaha domestik tetap bersaing.
(Kompas.com) 26/03/26 15:33 173537
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji langkah kebijakan untuk merespons persaingan antara perdagangan daring dan luring, termasuk maraknya produk impor di platform digital.
Ia menilai perkembangan teknologi mendorong lonjakan transaksi online yang sangat cepat.
Dalam satu kesempatan, ia menyebut transaksi dapat mencapai puluhan ribu dalam waktu singkat.
DOK. SHUTTERSTOCK Ilustrasi E-Commerce“Dalam 15 menit saja bisa sampai 50.000 transaksi. Itu menunjukkan teknologinya luar biasa,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Namun di balik pertumbuhan tersebut, Purbaya mulai melihat adanya dampak terhadap perdagangan konvensional atau offline yang mulai tertekan.
Hal ini juga diperkuat dari berbagai masukan pelaku usaha di sejumlah daerah, termasuk kawasan industri.
Sehingga Purbaya menyebut bahwa, pemerintah sebelumnya sudah mencurigai adanya pergeseran ini, dan kini mendapatkan konfirmasi bahwa perdagangan offline memang terdampak oleh ekspansi perdagangan online.
Ia juga menyoroti bahwa pelaku dalam ekosistem digital tidak sepenuhnya didominasi oleh pelaku usaha domestik.
“Yang kita pikirkan, online itu kan sebagian besar digunakan orang Indonesia. Tapi ternyata yang banyak menguasai bukan orang Indonesia,” katanya.
Karena itu, pemerintah mulai mempertimbangkan langkah taktis agar pelaku usaha dalam negeri tetap dapat bersaing, baik di kanal offline maupun online.
KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).Purbaya menegaskan, jika peralihan ke platform digital tidak bisa dihindari, maka pemerintah ingin memastikan pelaku usaha Indonesia tetap menjadi pemain utama.
Lebih lanjut, Bendahara Negara mengungkapkan pemerintah sedang mengevaluasi sejumlah kebijakan yang sebelumnya sempat ditunda, termasuk kemungkinan pengenaan instrumen tertentu terhadap perdagangan digital.
Kajian ini juga mencakup daya saing harga produk dalam negeri dibandingkan barang impor, khususnya dari China.
Ia menyebut adanya indikasi produk impor memiliki keunggulan harga yang signifikan.
Menurut informasi yang diterima, eksportir dari China disebut memperoleh insentif hingga 15 persen dari pemerintahnya, meski hal tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut.
“Kalau memang itu benar, kita harus ambil langkah supaya barang kita bisa lebih bersaing di pasar dalam negeri,” kata Purbaya.
Saat ditanya kemungkinan pengenaan pajak terhadap produk impor di platform online, ia menyatakan masih membuka berbagai opsi kebijakan.
“Saya tampung dulu usulnya, nanti kita pikirkan,” ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#produk-impor #kebijakan-pemerintah #daya-saing-umkm #perdagangan-daring