One Way Masih Berlaku, Arus Balik Tol Cipali ke Jakarta Lancar
Sistem one way di Tol Cipali efektif mengurai arus balik Lebaran menuju Jakarta, meski volume kendaraan meningkat 28% pada H+7 Idulfitri 2026.
(Bisnis.Com) 28/03/26 08:34 175023
Bisnis.com, CIREBON- Sistem rekayasa lalu lintas satu arah atau one way masih diberlakukan di ruas Tol Cipali pada Sabtu (28/3/2026) atau H+7 Hari Raya Idulfitri.
Kebijakan tersebut diterapkan menyusul meningkatnya volume kendaraan arus balik yang mengarah ke Jakarta sejak dini hari.
Berdasarkan data, sekira 21.000 kendaraan tercatat melintas dari Gerbang Tol Cikopo menuju Jakarta dalam periode pukul 00.00 hingga 07.00 WIB. Jumlah tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar 28% dibandingkan hari sebelumnya.
Peningkatan volume kendaraan ini terjadi seiring mendekatnya puncak arus balik Lebaran 2026. Meski demikian, kondisi lalu lintas di sepanjang ruas Tol Cipali terpantau relatif lancar dengan kecepatan kendaraan yang stabil. Penerapan sistem one way dinilai efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan yang mengarah ke ibu kota.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian dalam mendukung kelancaran arus balik. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan merupakan bagian dari diskresi kepolisian guna mengantisipasi lonjakan kendaraan.
“Dengan meningkatnya volume kendaraan menjelang puncak arus balik, sistem one way ini terbukti mampu menjaga arus lalu lintas tetap lancar, khususnya bagi pengguna jalan yang menuju Jakarta,” ujar Ardam, Sabtu (28/3/2026).
Ia menambahkan, Astra Tol Cipali juga terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas secara berkala untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode arus balik Lebaran.
Selain itu, pengguna jalan diimbau untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku selama rekayasa lalu lintas diterapkan. Pengendara diminta tidak berpindah jalur secara sembarangan maupun menggunakan putar balik (u-turn) di tengah jalur, karena berpotensi membahayakan keselamatan serta mengganggu kelancaran arus kendaraan.
Sebagai alternatif, pengguna jalan yang ingin berpindah jalur disarankan untuk keluar melalui gerbang tol terdekat. Setelah itu, pengendara dapat kembali masuk ke ruas tol sesuai arah tujuan tanpa dikenakan tarif tambahan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” kata Ardam.
Sejumlah pemudik yang melintasi Tol Cipali juga mengakui bahwa arus lalu lintas pada pagi hari terbilang lebih lancar dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini membuat waktu tempuh perjalanan menuju Jakarta menjadi lebih singkat.
Salah seorang pemudik asal Jawa Tengah, Dedi (34), mengaku perjalanan baliknya kali ini terasa lebih nyaman. “Alhamdulillah lancar, tidak ada kemacetan berarti. Mungkin karena ada sistem satu arah, jadi kendaraan tidak saling berlawanan,” ujarnya.
Kondisi ini berbeda dengan situasi pada puncak arus mudik beberapa hari sebelumnya yang sempat diwarnai kepadatan panjang di sejumlah titik. Kini, dengan fokus pada arus balik, pengelola tol bersama aparat terus mengoptimalkan rekayasa lalu lintas guna mencegah penumpukan kendaraan.
Astra Tol Cipali memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat terkait kondisi lalu lintas dan kebijakan yang berlaku. Pengguna jalan diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik serta memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima.
#one-way #arus-balik #tol-cipali #menuju-jakarta #lalu-lintas-lancar #sistem-rekayasa #volume-kendaraan #puncak-arus-balik #lebaran-2026 #diskresi-kepolisian #astra-tol-cipali #pemantauan-lalu-lintas #n-a