Pasar Emas Digital Makin Seksi, Nilainya Tembus Rp9.491 Triliun pada 2025
Pasar emas digital diprediksi mencapai Rp9.491 triliun pada 2025, didorong oleh permintaan safe haven dan minat investor muda. ETF emas dan token emas tumbuh pesat.
(Bisnis.Com) 28/03/26 14:01 175207
Bisnis.com, JAKARTA – Pasar emas digital semakin bergairah di tengah ketidakpastian global. Nilai kelolaan aset safe haven ini bahkan mencapai Rp9.491 triliun sepanjang tahun lalu, menandakan minat investor tumbuh signifikan.
Laporan World Gold Council mencatat 2025 menjadi momentum apik pasca tiga tahun emas ETF maupun produk emas digital lainnya mengalami net selling alias lebih banyak unit ETF yang dijual daripada dibeli.
"ETF emas berbalik tajam menjadi positif pada 2025. Mereka menyumbang 16% dari permintaan emas tahunan dan menarik arus masuk sebesar US$89 miliar, mendorong total aset kelolaan menjadi US$559 miliar (Rp9.491 triliun kurs Rp16.979 per dolar AS) dan kepemilikan menjadi 4.025 ton," tulis laporan tersebut dikutip Sabtu (28/3/2026).
Lonjakan tersebut terutama didorong oleh kondisi makroekonomi global di mana permintaan safe haven melonjak di tengah sengketa perdagangan dunia, ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar yang mendorong kenaikan harga emas, serta kondisi menguntungkan di tengah imbal hasil AS turun dan dolar melemah.
Riset juga mencatat bahwa permintaan terhadap emas digital tidak terbatas pada ETF emas, namun token emas juga tumbuh pesat dengan kapitalisasi pasar melampaui US$4 miliar pada 2025.
Menilik selera pasar, World Economic Forum menemukan data menarik, bahwa 30% Gen Z mulai berinvestasi emas sejak awal masa dewasa, dibandingkan 9% Gen X dan 6% Baby Boomers. Selain itu, 86% Gen Z telah mempelajari investasi pribadi sebelum memasuki dunia kerja.
Emas digital semakin digandrungi investor ritel juga karena investasi ini menawarkan akses digital yang sederhana. Di Inggris misalnya, Financial Conduct Forum (FCA) menemukan bahwa 66% investor berusia 18–40 tahun mengambil keputusan investasi dalam waktu kurang dari 24 jam dan 14% dalam waktu kurang dari satu jam.
"Format digital dapat mengatasi hambatan tradisional emas, seperti minimum investasi yang besar, pembelian offline, biaya transaksi dan penyimpanan," tulis laporan tersebut.
ETF emas atau exchange traded fund emas di Indonesia sendiri masih tergolong baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja merilis landasan hukumnya di kuartal I 2026 ini. Beleid itu terbit melalui Peraturan OJK Nomor 2 Tahun 2026 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek dengan Aset yang Mendasari Berupa Emas atau ETF emas.
ETF emas merupakan reksa dana yang diperdagangkan di bursa, di mana nilainya mengikuti pergerakan harga emas atau saham-saham perusahaan tambang emas.
Beberapa ketentuan yang diatur dalam POJK 2/2026 itu antara lain adalah komposisi portofolio ETF emas yakni paling sedikit atau minimal 95% dar nilai aktiva bersih (NAB) harus diinvestasikan pada aset emas. Aset emas yang dimaksud mencakup emas batangan, emas non-fisik, dan instrumen emas lain yang ditetapkan OJK. Sisanya, yakni maksimal 5% boleh ditempatkan pada instrumen pasar uang, deposito, atau kas.
Sebagai informasi, emas digital dan ETF emas sama-sama merupakan instrumen berinvestasi emas tanpa harus memegang fisik secara langsung. Sederhananya, ETF emas bisa diasosiasikan sebagai emas digital dalam arti luas, namun keduanya memiliki konsep yang berbeda. Emas digital, seperti yang tersedia di aplikasi Tring Pegadaian merupakan tabungan emas dalam satuan gram yang didukung emas fisik dan dapat dicetak menjadi emas batangan.
Sementara itu, ETF emas seperti produk SPDR Gold Shares adalah instrumen pasar modal yang diperdagangkan di bursa, di mana investor membeli unit efek yang mencerminkan pergerakan harga emas tanpa kepemilikan langsung atas emas fisik.
Perbedaan utama terletak pada bentuk dan mekanisme kepemilikan. Emas digital seperti yang ada di Tring Pegadaian lebih menyerupai kepemilikan emas fisik dalam bentuk rekening, sementara ETF emas merupakan aset finansial yang diperdagangkan layaknya saham.
#emas-digital #pasar-emas #investasi-emas #etf-emas #emas-digital-2025 #nilai-emas #permintaan-emas #emas-safe-haven #token-emas #kapitalisasi-pasar-emas #investasi-gen-z #investasi-ritel #ojk-etf-emas