Menteri ATR usul tambahan anggaran bagi program terkait 3 juta rumah
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) /Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid mengusulkan tambahan anggaran untuk melaksanakan program terkait 3 ...
(Antara) 31/03/26 17:00 177790
Jakarta (ANTARA) - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) /Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid mengusulkan tambahan anggaran untuk melaksanakan program terkait 3 Juta Rumah.
"Kementerian ATR/BPN sedang mengusulkan anggaran tambahan kepada Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Keuangan untuk melaksanakan program 3 juta rumah dan percepatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) serta revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)," ujar Nusron dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan percepatan RDTR dan revisi RTRW terutama dalam penataan sertifikasi pemukiman-pemukiman kumuh yang akan dibangun oleh Bapak Presiden RI.
"Yang itu kalau menunggu Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) murni, karena PTSL itu basisnya kewilayahan, sementara ini basisnya adalah tematik, tema perumahan, sehingga ada yang belum tercakup PTSL, maka akan tercakup dari sini," ujarnya menambahkan.
Terkait dengan dukungan terhadap program 3 juta rumah, lanjutnya, diprioritaskan pada daerah yang tingkat sertifikasinya masih rendah yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Termasuk juga Jakarta ini, karena daerah pemukiman kumuh di Jakarta. Kebutuhan anggaran tambahannya untuk menyelesaikan target 3 juta rumah kurang lebih sekitar Rp672 miliar," katanya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto meminta kepada sejumlah kementerian/lembaga untuk membangun rumah hunian bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api, setelah sebelumnya sempat meninjau permukiman sekitar jalur rel di kawasan Senen, Jakarta.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Perum Perumnas, dan PT Kereta Api Indonesia serta pejabat terkait untuk membangun rumah hunian dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi masyarakat yang masih tinggal di pinggir rel kereta api Senen.
Dia menyebutkan bahwa saat Presiden meninjau wilayah pinggiran rel Senen pada Kamis (26/3), para warga melaporkan bahwa mereka sudah berdiam di wilayah pinggiran rel itu selama puluhan tahun dengan kondisi hunian dan atap yang terbatas.
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung permukiman padat penduduk di bantaran rel Senen, Jakarta, Kamis sore, mengejutkan warga karena tidak diumumkan sebelumnya.
Badan Komunikasi Pemerintah menyebut setibanya di lokasi, Presiden turun dari kendaraan dan menyapa masyarakat. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mendekat untuk berjabat tangan serta menyampaikan aspirasi secara langsung.
Prabowo mengatakan pemerintah akan bergerak cepat menyiapkan pembangunan hunian layak bagi warga bantaran rel.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#menteri-atr #nusron-wahid #tambahan-anggaran #program-3-juta-rumah #pemukiman-kumuh