Bulog bangun fasilitas modern perkuat pengolahan pascapanen

Bulog bangun fasilitas modern perkuat pengolahan pascapanen

Perum Bulog menyiapkan pembangunan berbagai fasilitas modern dalam pembangunan 100 infrastruktur pascapanen guna meningkatkan kualitas pengolahan dan ...

(Antara) 01/04/26 16:13 178990

Untuk sarana penyimpanan, gudang 94 unit, silo gabah 6 unit, silo jagung 8 unit

Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog menyiapkan pembangunan berbagai fasilitas modern dalam pembangunan 100 infrastruktur pascapanen guna meningkatkan kualitas pengolahan dan penyimpanan hasil bahan pangan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan fasilitas tersebut mencakup sarana penyimpanan hingga pengolahan berbasis teknologi.

“Untuk sarana penyimpanan, gudang 94 unit, silo gabah 6 unit, silo jagung 8 unit,” kata Ahmad usai rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan silo digunakan untuk menyimpan gabah dan jagung agar lebih tahan lama dibandingkan penyimpanan konvensional.

Menurut dia, selain fasilitas penyimpanan, Bulog juga akan membangun sarana pengolahan hasil panen.

Ia kemudian menyebutkan terdapat 17 unit dryer, 17 unit rice milling unit (RMU), serta delapan unit pengering jagung yang akan dibangun.

“Untuk sarana pengolahan, kami siapkan dryer, RMU, serta sentra pengolahan beras yang dilengkapi dengan fasilitas pengemasan,” ujarnya.

Selain itu, Bulog juga menyiapkan sembilan unit sentra pengolahan beras untuk mendukung proses produksi hingga distribusi.

Menurut dia, fasilitas tersebut akan didukung dengan mekanisasi dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional.

"Nanti di antara sentra produksi pengolahan beras tersebut kami gunakan secara mekanisasi dan otomatisasi sehingga arahnya nanti ke situ," tuturnya.

Ia menambahkan pengembangan tersebut merupakan bagian dari transformasi Bulog menuju sistem pengelolaan pangan modern.

Dengan penguatan fasilitas tersebut, Bulog menargetkan peningkatan kualitas produk pangan serta efisiensi dalam rantai pasok nasional.

“Harapannya, fasilitas milik negara juga tidak kalah dengan fasilitas milik swasta,” ucap Ahmad.

Pembangunan infrastruktur pascapanen ini direncanakan menggunakan anggaran sekitar Rp5 triliun, dengan alokasi sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama serta Rp0,56 triliun untuk mekanisasi, otomatisasi dan teknologi informasi.

Upaya penguatan infrastruktur pascapanen ini sejalan dengan program pemerintah dalam menekan kehilangan hasil panen (food loss) yang selama ini masih terjadi pada tahap penyimpanan dan distribusi.

Hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan potensi kehilangan hasil pertanian dapat mencapai 30–50 persen pada berbagai tahapan produksi dan distribusi jika tidak ditangani dengan baik.

Pengembangan fasilitas modern tersebut juga diharapkan dapat mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan, terutama pada periode panen raya dan saat terjadi gangguan distribusi akibat faktor cuaca maupun logistik.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#bulog #ahmad-rizal-ramdhani #infrastruktur-pascapanen #hasil-pertanian #ketahanan-pangan #modernisasi-pertanian

https://www.antaranews.com/berita/5505193/bulog-bangun-fasilitas-modern-perkuat-pengolahan-pascapanen