IHSG Ditutup Menguat ke 7.149, Saham Big Caps BUMI hingga ANTM Melaju

IHSG Ditutup Menguat ke 7.149, Saham Big Caps BUMI hingga ANTM Melaju

IHSG naik 1,93% ke 7.149,25, dipimpin saham BUMI dan ANTM. Penguatan didorong harapan deeskalasi Timur Tengah dan koreksi harga minyak.

(Bisnis.Com) 01/04/26 16:15 179016

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (1/4/2026), seiring menguatnya saham berkapitalisasi besar atau big caps. Saham BUMI hingga ANTM memimpin laju pergerakan di indeks LQ45.

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup menguat 1,93% ke level 7.149,25. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak fluktuatif di kisaran 7.136,25 hingga 7.207,17.

Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp16,44 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 29,99 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 1,989 juta kali.

Penguatan IHSG terutama dipicu oleh penguatan pada saham-saham unggulan berkapitalisasi besar. Saham PT Bumi Resurces Tbk. (BUMI) memimpin penguatan sebesar 10,19% ke level Rp238, disusul saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang juga menguat 7,83% ke level Rp1.170, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melonjak 7,48% ke level Rp5.750.

Berikutnya ada saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang naik 6,96% ke level Rp1.460, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) naik 6,37% ke level Rp3.340, serta saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) naik 6% ke level Rp3.710.

Sejumlah saham dengan bobot besar yang menjadi penekan indeks antara lain saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), melemah 7,67% ke level Rp1.685, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) melemah 6,56% ke level Rp27.775, saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) terkoreksi 6,29% ke level Rp2.980, dan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) melemah 5,76% ke level Rp10.625.

Tim riset Phintraco Sekuritas mengatakan penguatan indeks terjadi di tengah harapan deeskalasi Timur Tengah yang kembali muncul.

Pesan-pesan seputar operasi AS-Israel yang sedang berlangsung melawan Iran mengalami perubahan positif setelah adanya laporan bahwa Presiden Trump akan terbuka untuk mengakhiri perang tanpa harus membuka kembali Selat Hormuz secara besar-besaran.

Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa negara itu siap mengakhiri perang jika diberikan jaminan keamanan. Meskipun terdapat keraguan kebenaran laporan tersebut, tetapi koreksinya harga minyak mentah menjadi faktor positif bagi pergerakan indeks.

Dari domestik rilis data Inflasi Maret 2026 tercatat sebesar 3,48% secara tahunan dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK mencapai 110.95. Kenaikan harga terutama didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (15,32%), perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (7,24%), serta makanan, minuman, dan tembakau (3,34%).

Kontribusi tambahan berasal dari kesehatan (1,49%), penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,42%), pendidikan (1,14%), rekreasi, olahraga, dan budaya (1,08%), transportasi (0,61%), pakaian dan alas kaki (0,65%), serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,24%). Sementara itu, tekanan inflasi sedikit tertahan oleh penurunan pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (-0,03%).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ihsg-menguat #saham-big-caps #bumi-saham #antm-saham #indeks-lq45 #ihsg-7-149 #saham-berkapitalisasi-besar #transaksi-saham #saham-unggulan #saham-bumi #saham-antm #saham-nckl #saham-inco #saham-brpt #n-a

https://market.bisnis.com/read/20260401/7/1963704/ihsg-ditutup-menguat-ke-7149-saham-big-caps-bumi-hingga-antm-melaju