Ketua Komisi XI DPR Ungkap Dampak Besar Kunjungan Prabowo ke Jepang bagi Ekonomi RI
Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang pada akhir Maret 2026 jadi langkah strategis untuk memperkuat posisi ekonomi Indonesia di tingkat global. Kunjungan... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 02/04/26 20:19 180534
JAKARTA - Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang pada akhir Maret 2026 dinilai bukan sekadar agenda diplomatik biasa, melainkan langkah strategis untuk memperkuat posisi ekonomi Indonesia di tingkat global. Sejumlah kesepakatan dan nota kesepahaman (MoU) yang dihasilkan dalam forum bisnis Indonesia–Jepang disebut menjadi sinyal penting arah baru pembangunan ekonomi nasional.Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai, hasil kunjungan tersebut mencerminkan penguatan kerja sama bilateral di sektor-sektor bernilai tambah tinggi. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut menunjukkan semakin matangnya posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Salah satu yang menjadi sorotan Komisi XI adalah peran Danantara Investment Management yang dinilai kian strategis dalam membangun ekosistem investasi nasional. Hal ini terlihat dari peluncuran Mandiri Aviation Leasing Fund, platform leasing pesawat pertama di Indonesia.
“Kami melihat kunjungan Presiden ke Jepang bukan sekadar diplomasi, tetapi juga economic statecraft. MoU yang lahir menunjukkan positioning Indonesia yang makin matang dalam rantai nilai global,” ujar Misbakhun dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Ia juga menilai kerja sama antara Danantara Investment Management, SMBC Aviation Capital, dan Mandiri Investment Management sebagai langkah maju di sektor keuangan dan investasi. Kehadiran aviation leasing fund dinilai membuka peluang baru bagi Indonesia untuk masuk ke dalam rantai pasok global.
“Industri leasing pesawat adalah sektor padat modal, berstandar global, dan berorientasi jangka panjang. Dengan keterlibatan Danantara sebagai anchor investor, Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar, tetapi mulai mengambil peran sebagai pemain,” jelasnya.
Misbakhun menambahkan, struktur dana yang berskala institusional serta pengelolaan bersama dengan salah satu perusahaan leasing pesawat terbesar dunia mencerminkan peningkatan kualitas investasi nasional. Hal ini juga sejalan dengan upaya Komisi XI dalam mendorong pendalaman pasar keuangan (financial deepening).
Menurutnya, peran Danantara dalam berbagai kerja sama lintas sektor selama kunjungan Presiden ke Jepang menunjukkan transformasi fungsi lembaga tersebut. Tidak hanya sebagai investor, tetapi juga sebagai katalis pembentukan ekosistem.
“Kita melihat Danantara berperan sebagai platform builder. Ia menghubungkan BUMN, mitra global, dan pasar keuangan. Ini penting untuk mempercepat pembentukan kapasitas nasional,” ujarnya.
Ia menilai model kemitraan seperti pada aviation leasing dapat direplikasi ke berbagai kelas aset global lainnya, sekaligus memperluas sumber pembiayaan jangka panjang bagi ekonomi Indonesia.
Lebih lanjut, Misbakhun menekankan bahwa kerja sama Indonesia–Jepang yang diumumkan di Tokyo juga mencerminkan pergeseran arah pembangunan ekonomi nasional menuju sektor bernilai tambah tinggi, berbasis teknologi, dan berkelanjutan—mulai dari energi hingga manufaktur canggih dan sektor keuangan.
“Jika dijaga konsistensinya, dampaknya bukan hanya pada pertumbuhan, tetapi juga kualitas pertumbuhan. Ada transfer pengetahuan, penguatan institusi, dan peningkatan kredibilitas Indonesia di mata investor global,” katanya.
Komisi XI DPR RI, lanjutnya, akan terus mengawal agar kerja sama internasional dan inovasi pembiayaan seperti yang dilakukan Danantara tetap berjalan sesuai prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik, serta memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.
“Pada akhirnya, yang kita dorong adalah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu membawa Indonesia naik kelas. Langkah-langkah dalam kunjungan Presiden ke Jepang ini berada di jalur yang tepat,” pungkasnya.
(wur)
#prabowo #presiden-prabowo-subianto #komisi-xi #ekonomi-ri #kerjasama-investasi