Potensi Perikanan Tangkap 185.518 Ton, NTB Bangun Hilirisasi Perikanan
NTB targetkan jadi sentral produksi dan eksportir perikanan dengan potensi tangkap 185.518 ton per tahun, fokus hilirisasi dan pengembangan BLUD untuk optimalisasi.
(Bisnis.Com) 08/04/26 10:44 184855
Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan jadi sentral produksi dan eksportir perikanan.
Menurut data Pemprov NTB, potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar dengan luas perairan mencapai 29.159,04, dengan potensi perikanan tangkap mencapai lebih dari 185.518 ton per tahun, tersebar di perairan pantai dan lepas pantai. Komoditas utama meliputi ikan tuna, cakalang, tongkol, dan hiu. Perikanan Budidaya Laut dengan potensi areal seluas 72.862 hektare.
Kemudian budidaya air payau dan tawar dengan potensi areal air payau 27.927 hektare dan air tawar 31.758 hektare. Ekosistem Pesisir dan Konservasi dengan kekayaan terumbu karang seluas 76.420 ha, padang lamun, dan mangrove yang didukung 17 kawasan konservasi perairan serta potensi Pariwisata Bahari dengan Kekayaan terumbu karang dan biota laut (700 spesies ikan karang) mendukung sektor pariwisata, seperti di Gili Trawangan dan perairan Sumbawa.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Dislutkan) Muslim menjelaskan pemerintah sedang fokus dalam transformasi ekonomi inklusif dengan fokus di sektor perikanan. Menurutnya dengan potensi di atas, NTB bisa terus meningkatkan produksi dan menjadi eksportir.
Upaya yang dilakukan dengan mengubah Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dislutkan segera menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Muslim mencontohkan pelabuhan perikanan di Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur potensi pendapatannya mencapai Rp600 miliar per tahun, sehingga harus dikelola oleh BLUD agar optimal.
"UPT yang diusulkan menjadi BLUD antara lain UPT Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok, UPT Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar, UPT Pelabuhan Perikanan Pulau Sumbawa, UPT Balai Pengembangan Perikanan Budidaya dari yang eksisting, UPT BLUD Balai Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (BPSDKP) Lombok, UPT BLUD BPSDKP Sumbawa-Sumbawa Barat (SSB) dan UPT BLUD BPSDKP Bima-Dompu (Bidom)," kata Muslim dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).
Pemprov NTB juga sedang melakukan hilirisasi industri agro maritim untuk komoditas strategis. Beberapa seperti rencana pabrik udang vaname dan rumput laut. Juga komoditas tuna cakalang yang telah beroperasi dengan investasi asing di Labuhan Lombok yang tahun lalu mengekspor 650 ton. Kemudian pembangunan pelabuhan Soro Adu di Bima yang dikenal sebagai sentra tuna.
Potensi pendapatan lain adalah banyaknya pelaku usaha (UMKM) di sektor laut yang akan dibina langsung dengan kemudahan izin, modal dan kepastian hukum merujuk Perda 14/ 2025 tentang pengelolaan usaha di laut untuk berkembang.
"Dalam konteks ketahanan pangan dari sektor kelautan, kami sedang menaikkan ketersediaan stok ikan tidak hanya di balai pembenihan namun juga sentra milik masyarakat," kata Muslim.
#ntb-perikanan #potensi-perikanan-ntb #perikanan-tangkap-ntb #produksi-perikanan-ntb #eksportir-perikanan-ntb #tuna-cakalang-ntb #budidaya-laut-ntb #ekosistem-pesisir-ntb #konservasi-perairan-ntb #pari