Grab Gandeng OpenAI Rilis Coach, Asisten AI Gratis untuk Tingkatkan Pendapatan Mitra

Grab Gandeng OpenAI Rilis Coach, Asisten AI Gratis untuk Tingkatkan Pendapatan Mitra

Grab dan OpenAI meluncurkan Coach, asisten AI gratis untuk membantu mitra pengemudi meningkatkan efisiensi dan pendapatan di tengah persaingan digital.

(Bisnis.Com) 08/04/26 16:02 185264

Bisnis.com, JAKARTA — Raksasa teknologi Asia Tenggara, Grab, memperkenalkan sistem kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama TriMotor atau yang akrab disapa "Coach". Teknologi ini dirancang sebagai asisten pintar bagi mitra pengemudi guna meningkatkan efisiensi kerja dan pendapatan di tengah persaingan ekonomi digital yang kian ketat.

Group CEO & Co-Founder Grab, Anthony Tan, mengatakan Coach dikembangkan melalui kolaborasi strategis bersama OpenAI. Saat ini, lebih dari 500.000 mitra pengemudi telah menggunakan sistem ini, dan perusahaan menargetkan ekspansi layanan tersebut kepada jutaan mitra lainnya dalam waktu dekat.

Anthony menekankan pentingnya aksesibilitas teknologi bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, manfaat dari kecerdasan buatan tidak boleh terbatas pada mereka yang memiliki kemampuan teknis tinggi atau modal besar saja, melainkan seluruh pengemudi.

"Ini krusial karena kita hidup di dunia di mana manusia tanpa bantuan AI sangat mungkin tertinggal," ujar Anthony dalam ajang Grab Intelligence Day, Rabu (8/4/2026).

Langkah Grab memberikan alat-alat berbasis AI secara gratis kepada mitra merupakan upaya perusahaan menanggung biaya teknologi demi keberlangsungan ekosistem.

Anthony menganalogikan Coach bukan sekadar alat, melainkan teman pintar yang membimbing pengemudi menjaga fokus di jalan sekaligus mengoptimalkan titik jemput dan pengantaran.

Melampaui fitur di dalam aplikasi, Grab mulai mengintegrasikan infrastruktur kecerdasan buatannya ke dalam perangkat keras fisik (hardware). Inovasi ini mencakup pengembangan mobil otonom, kamera CCTV pemantau higienitas makanan, hingga robot asisten yang dinamai "Terry".

Robot Terry diproyeksikan sebagai ekstensi kemampuan manusia, bukan pengganti peran mitra. Data internal Grab menunjukkan mitra pengemudi sering kehilangan sekitar 10% waktu hanya untuk mencari lokasi restoran di mal besar atau menunggu pelanggan turun dari gedung perkantoran.

"Jika robot ini dapat menangani pesanan dengan mencari restoran dan mengantarkannya ke pemandu, itu memungkinkan mitra kami bergerak ke pekerjaan berikutnya lebih cepat," jelas Anthony.

Selama bertahun-tahun, Grab telah membangun apa yang disebut sebagai \'Layar Kecerdasan\' (Intelligence Layer). Infrastruktur ini bekerja dengan menyerap sinyal waktu nyata (real-time) untuk memantau kecepatan, pola berhenti, hingga kondisi jalan guna mencegah insiden keselamatan sebelum terjadi.

Sistem tersebut juga berfungsi mengatur algoritma berdasarkan kondisi cuaca dan lalu lintas. Tujuannya agar mitra pengemudi bisa menerima pendapatan lebih maksimal, sementara konsumen tetap mendapatkan pesanan makanan dalam kondisi hangat.

Melalui transformasi ini, Grab berupaya bergerak lebih jauh dari sekadar platform transaksi.

Perusahaan kini fokus menciptakan model prediksi yang mampu menjadikan kehidupan sehari-hari penggunanya lebih pintar melalui fitur-fitur seperti Consumer Maths dan sistem berbagi perjalanan yang telah diperbarui. Anthony meyakini integrasi antara data digital dan automasi fisik akan membuka jalan baru bagi solusi masalah masyarakat di Asia Tenggara secara inovatif.

#grab-ai #openai-coach #asisten-ai-gratis #tingkatkan-pendapatan-ojol #teknologi-kecerdasan-buatan #mitra-pengemudi-grab #efisiensi-kerja-ojol #persaingan-ekonomi-digital #kolaborasi-grab-openai #akses

https://teknologi.bisnis.com/read/20260408/84/1965120/grab-gandeng-openai-rilis-coach-asisten-ai-gratis-untuk-tingkatkan-pendapatan-mitra