Profil Sigit Kouagam, Founder Platform Bibit untuk Investasi
Sigit Kouwagam, pendiri Bibit, mempermudah investasi bagi anak muda dengan modal mulai Rp10 ribu. Bibit, bagian dari Stockbit, didirikan pada 2019 dan telah menarik 10 juta pengguna di Indonesia.
(Bisnis.Com) 07/04/26 15:45 186464
Bisnis.com, JAKARTA - Berinvestasi saat ini semakin mudah dengan hadirnya teknologi untuk berinvestasi dan mengatur financial atau yang dikenal sebagai fintech (financial technology).
Hadirnya fintech di tengah masyarakat Indonesia menjadi salah satu bukti kemajuan yang ada di dalam sektor ekonomi dan bisnis.
Banyak perusahaan fintech yang hadir di Indonesia dan saling berlomba menjadi yang terbaik untuk membantu masyarakat memahami dan mengelola keuangan mereka.
Salah satunya yang terkenal saat ini yaitu perusahaan bernama Bibit yang dikenal sebagai platform investasi di berbagai kalangan terutama anak muda Indonesia.
Bibit didirikan sebagai bagian dari startup investasi Stockbit yang berdiri di tahun . Aplikasi tersebut dibangun berbasis pada robo advisor pada awal tahun 2019.
Bibit mempermudah masyarakat yang ingin berinvestasi hanya bermodalkan uang minimal Rp10 ribu, sehingga menarik minat pengguna untuk berinvestasi melalui platform tersebut.
Siapa Pendiri Bibit?
Bibit didirikan oleh Sigit Kouwagam bersama dengan Wellson Lo yang merupakan CEO sebelumnya pada tahun 2019 di bawah naungan Stockbit yang berdiri pada tahun 2013.
Sebagai salah satu founder sekaligus CEO baru, Sigit berhasil membangun Bibit melalui pendanaan sebesar US$80 juta atau Rp1,6 triliun dari putaran pendanaan yang dipimpin oleh GIC Private Limited di tahun 2019.
Saat ini Bibit telah berkembang pesat dengan 10 juta lebih pengunduh dan pengguna di Indonesia.
Sampai saat ini, Bibit dinilai telah membantu jutaan investor yang sebagian besar generasi muda dan investor pemula di 500 kota di Indonesia.
Profil Singkat Sigit Kouwagam
Sigit Kouwagam menyelesaikan pendidikan tinggi Electrical and Electronic Engineering dengan gelar Sarjana Teknik di Nanyang Technological University, Singapura pada tahun 2008.
Kemudian dirinya melanjutkan pendidikan di Boston University dengan jurusan Mathematical Finance pada tahun 2008-2009.
Setelahnya, dia juga menempuh pendidikan di Harvard Extension School di tahun 2014.
Sigit Kouwagam mendirikan Stockbit dan mengembangkan Bibit di tahun 2014 bersama dengan Wellson Lo.
Aplikasi investasi digital itu, mendapat penghargaan sebagai Mitra Distribusi Surat Berharga Negara (SBN) kategori fintech yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, yakni “Mitra Distribusi Surat Utang Negara (SUN) Ritel Terbaik Tahun 2025 Kategori Financial Technology dan Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik” serta “Mitra Distribusi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel Terbaik Tahun 2025 Kategori Financial Technology”.
“Penghargaan ini menjadi penegasan akan konsistensi dan komitmen kami dalam memasarkan SBN dan SBSN kepada masyarakat Indonesia. Terima kasih atas apresiasi yang Kemenkeu berikan kepada kami. Ke depannya, kami akan terus berinovasi, melakukan berbagai upaya edukasi, dan fokus mengajak masyarakat untuk membangun negeri lewat investasi di SBN dan SBSN,” kata Angie Anandita selaku Head of Marketing Bibit.
Hilmawan Kusumajaya Direktur Bibit menyampaikan, penghargaan yang diterima pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025 ini tidak terlepas dari kepercayaan yang diberikan oleh pengguna Bibit, yang kini tidak hanya didominasi generasi milenial dan Gen Z, tapi juga investor berusia di atas 40 tahun.
“Di tengah kondisi perekonomian yang diwarnai ketidakpastian, para investor dan masyarakat di Indonesia menunjukkan antusiasme dan kepercayaan yang baik terhadap Surat Berharga Negara. Tentu ini menjadi harapan kami bersama di industri agar momentum ini dapat semakin diperkuat di tahun 2026,” ujarnya.
Di sisi lain, dari segi jumlah investor, pada akhir tahun 2021, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa terdapat sekitar 611 ribu investor SBN. Angkanya kemudian naik menjadi 831 ribu di akhir 2022, 1 juta di akhir 2023, dan 1,19 juta di akhir 2024, dan per akhir 2025, angkanya mencapai 1,41 juta investor.
#bibit #sigit-kouwagam #platform-investasi #fintech-indonesia #investasi-anak-muda #aplikasi-bibit #robo-advisor #stockbit #pendiri-bibit #sigit-kouwagam-profil #bibit-investasi #sigit-kouwagam-pendidi