Iran Tutup Selat Hormuz, Gedung Putih Buka Suara
Iran menutup Selat Hormuz setelah serangan Israel ke Lebanon, memicu respons dari AS yang menuntut pembukaan kembali selat tersebut demi keamanan maritim.
(Bisnis.Com) 10/04/26 05:15 187081
Bisnis.com, SEMARANG — Iran dilaporkan kembali menutup Selat Hormuz setelah Israel melancarkan serangan ke Lebanon. Keputusan tersebut diambil Iran setelah beberapa jam kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat (AS) diumumkan.
Dilansir dari laman Euronews, Media Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada hari Rabu (08/04/2026) sebagai bentuk tanggapan terhadap serangan Israel terhadap militan Hizbullah yang didukung Teheran di Lebanon.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuturkan bahwa pengakhiran perang di Lebanon menjadi bagian dari rencana 10 poin dalam kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati.
“Dunia menyaksikan pembantaian di Lebanon. Bola ada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai dengan komitmennya,” tulis Araghchi di akun media sosial X, dikutip dari laman Euronews, Kamis (09/04/2026).
Menanggapi keputusan Iran, pejabat di gedung putih AS buka suara. Dilansir dari laman Time, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, membantah laporan bahwa Iran telah menutup Selat Hormuz setelah beberapa jam gencatan senjata diumumkan. Karoline menyebut bahwa setiap upaya yang dilakukan Iran untuk menghentikan lalu lintas maritim sama sekali tidak dapat diterima.
“Penutupan apapun sama sekali tidak dapat diterima. Saya akan menegaskan kembali harapan dan tuntutan presiden agar Selat Hormuz segera dibuka kembali dengan cepat dan aman,” kata Karoline kepada wartawan.
Lebih lanjut, Karoline juga mengatakan bahwa Presiden Donald Trump ingin melihat jalur air tersebut dapat diakses oleh kapal tanker tanpa batasan apapun, termasuk biaya tol. “Prioritas utama presiden saat ini adalah pembukaan kembali selat tanpa batasan apapun, baik berupa pungutan tol maupun bentuk lainnya,” jelas Karoline
Selain Karoline, Presiden AS, Donald Trump juga turut menanggapi langkah Iran yang kembali menutup Selat Hormuz setelah serangan Israel terhadap Lebanon. Melalui unggahannya di media sosial, Trump mengatakan bahwa pasukan Amerika akan tetap berada di tempat sampai Iran sepenuhnya mematuhi perjanjian gencatan senjata yang sesungguhnya.
“Jika karena alasan apapun hal itu tidak terjadi, yang sangat tidak mungkin, maka ‘Penembakan Dimulai’, lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat siapapun sebelumnya,” tulis Trump
Tak hanya itu, Trump juga menuturkan bahwa Iran tidak akan mampu untuk membangun senjata nuklir dan Selat Hormuz akan terbuka dan aman. Respon yang dilontarkan Trump disebut sebagai caranya untuk menekan Teheran di tengah ketidakpastian yang sedang menyelimuti kesepakatan tersebut. (Fadya Jasmin Malihah)
#iran #selat-hormuz #gedung-putih #serangan-israel #lebanon #gencatan-senjata #amerika-serikat #penutupan-selat-hormuz #menteri-luar-negeri-iran #abbas-araghchi #presiden-donald-trump #lalu-lintas-mari
https://kabar24.bisnis.com/read/20260410/19/1965579/iran-tutup-selat-hormuz-gedung-putih-buka-suara