Disney Bakal PHK 1.000 Karyawan, Lanjutkan Efisiensi Usai Pangkas Biaya Rp87 Triliun
Disney akan PHK 1.000 karyawan untuk efisiensi biaya di tengah ekonomi global yang tidak pasti, setelah sebelumnya memangkas 7.000 karyawan dan biaya Rp87 triliun.
(Bisnis.Com) 10/04/26 11:50 187437
Bisnis.com, JAKARTA — Disney dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 1.000 karyawan dalam beberapa bulan ke depan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi efisiensi perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dilansir dari The Wall Street Journal, menyebutkan sebagian besar pemangkasan akan terjadi di divisi pemasaran. Namun hingga kini, pihak Disney belum memberikan komentar resmi terkait kabar tersebut.
Keputusan ini muncul tidak lama setelah Josh D’Amaro resmi menjabat sebagai CEO Disney. Dia menggantikan Bob Iger dan mulai memimpin perusahaan sejak Rabu (18/3/2026).
Pemilihan D’Amaro dilakukan secara bulat oleh dewan direksi Disney. Sebelumnya, dia menjabat sebagai chairman Disney Experiences dan memiliki pengalaman panjang di berbagai lini bisnis perusahaan.
D’Amaro memulai kariernya di Disneyland pada 1998. Selama perjalanannya, dia pernah memegang berbagai posisi penting di bidang operasional, pemasaran, hingga manajemen taman hiburan.
Langkah PHK ini juga disebut sebagai bagian dari tahap lanjutan penghematan biaya perusahaan. Sebelumnya, Disney telah melakukan restrukturisasi besar pada 2023 dengan memangkas sekitar 7.000 karyawan dan menargetkan efisiensi biaya hingga US$5,5 miliar atau sekitar Rp87 triliun.
Saat itu, kebijakan tersebut diambil untuk memperbaiki kinerja perusahaan yang sempat mengalami tekanan. Upaya efisiensi ini menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga profitabilitas.
Selain Disney, sejumlah perusahaan hiburan lain juga melakukan langkah serupa. Sony Pictures Entertainment misalnya, telah mengkonfirmasi rencana pemangkasan ratusan posisi kerja.
Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor global, termasuk konflik geopolitik dan kenaikan harga energi. Situasi tersebut berdampak pada industri hiburan yang sangat bergantung pada kondisi ekonomi.
Di sisi lain, restrukturisasi juga terjadi di internal divisi pemasaran Disney. Divisi ini kini berada di bawah kepemimpinan Asad Ayaz sebagai chief marketing and brand officer.
Perubahan ini menjadi pertama kalinya seluruh unit bisnis Disney berada di bawah satu kepemimpinan pemasaran. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan koordinasi antar divisi.
Dalam pernyataan sebelumnya, D’Amaro menilai Disney telah melalui masa sulit dalam beberapa tahun terakhir. Dia menyebut perusahaan kini berada pada posisi yang lebih kuat untuk tumbuh.
“Perusahaan kini berada dalam kondisi yang lebih kuat dengan peluang pertumbuhan yang besar ke depan,” ujarnya dikutip dari The Wall Street Journal, Jumat (10/4/2026).
Meski demikian, langkah efisiensi tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas bisnis. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadapi dinamika industri.
#disney-phk #phk-karyawan-disney #efisiensi-disney #disney-pangkas-biaya #disney-restrukturisasi #disney-pemasaran #josh-d-039-amaro-disney #ceo-disney-baru #disney-experiences #disney-marketing #asad