Bank Mega Syariah Raup DPK Rp 709 Miliar Selama Ramadan 2026
Bank Mega Syariah mencatatkan peningkatan kinerja sepanjang Ramadan 1447 Hijriah, seiring rangkaian program engagement nasabah.
(Kompas.com) 13/04/26 16:31 189837
JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Mega Syariah mencatatkan peningkatan kinerja sepanjang Ramadan 1447 Hijriah, seiring rangkaian program engagement nasabah yang digelar di berbagai wilayah Indonesia.
Bank Mega Syariah menyelenggarakan sejumlah kegiatan bertajuk Ramadan Optimal, antara lain Event Road to Diantara Doa dan Tausiyah Gen Hajj yang berlangsung di sejumlah kantor cabang.
Selain itu, program Road to Diantara Doa juga digelar di tujuh kota, yakni Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Lampung, Palembang, dan Makassar.
SHUTTERSTOCK/YURIY K Ilustrasi keuangan syariah, ekonomi syariah.Kegiatan tersebut mencakup kajian inspiratif bersama tokoh agama, kolaborasi dengan institusi pendidikan, serta aktivitas berbasis komunitas.
Rangkaian ini turut didukung program unggulan Ramadan, AMAL 2026 (Aktivasi M-Syariah di Bulan Ramadan).
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus memperkuat keterlibatan (engagement) dengan masyarakat.
“Pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting untuk memperluas penetrasi penggunaan layanan perbankan dalam kehidupan sehari-hari seperti tabungan, transaksi digital, hingga pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah,” ujar Benadicto dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).
Dari sisi penghimpunan dana, perseroan mencatatkan peningkatan akuisisi dana pihak ketiga (DPK) selama Ramadan. Berdasarkan data per 21 Maret 2026, total akuisisi DPK baru mencapai lebih dari Rp 709 miliar dengan total 5,6 ribu rekening (number of accounts/NoA).
SHUTTERSTOCK/IMRANKADIR Ilustrasi keuangan syariah, ekonomi syariah.Menurut Benadicto, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya preferensi nasabah terhadap produk tabungan berbasis syariah.
“Hal ini mencerminkan semakin kuatnya preferensi nasabah terhadap produk tabungan yang mampu mengoptimalkan imbal hasil secara kompetitif tanpa meninggalkan prinsip syariah. Pada saat yang sama, tren ini juga menegaskan keberhasilan transformasi digital Bank Mega Syariah dalam menghadirkan kemudahan bertransaksi serta proses pembukaan rekening yang semakin praktis dan dapat dilakukan secara online,” katanya.
Dari sisi transaksi, selama Ramadan 2026 jumlah transaksi melalui aplikasi M-Syariah tercatat lebih dari 230.000 transaksi dengan nilai mencapai lebih dari Rp 243 miliar. Nilai tersebut tumbuh lebih dari 24 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Adapun fitur yang paling banyak digunakan nasabah selama periode tersebut meliputi transfer, QRIS, serta top up dompet elektronik (e-wallet).
Penggunaan QRIS juga menunjukkan peningkatan signifikan. Dibandingkan Ramadan 2025, jumlah transaksi QRIS meningkat lebih dari 65 persen, sementara volume transaksi naik lebih dari 58 persen.
Hal ini mencerminkan semakin luasnya penggunaan pembayaran non-tunai berbasis kode QR di berbagai merchant.
Benadicto menyebut, program AMAL 2026 menjadi salah satu momentum strategis bagi perusahaan untuk memperkuat penetrasi pasar ritel.
“Program AMAL 2026 menjadi momentum strategis bagi Bank Mega Syariah untuk memperkuat penetrasi pasar ritel melalui pendekatan berbasis komunitas dan spiritual engagement selama bulan Ramadan. Ke depan, Bank Mega Syariah akan terus menghadirkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat ekosistem syariah melalui inovasi produk, layanan digital, dan kolaborasi strategis guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#transformasi-digital #pengelolaan-keuangan #bank-mega-syariah #produk-tabungan-bjb