Matahari (MPPA) Rights Issue Rp1,19 Triliun, Perkuat Bisnis Hypermart

Matahari (MPPA) Rights Issue Rp1,19 Triliun, Perkuat Bisnis Hypermart

PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) menggelar rights issue Rp1,19 triliun untuk memperkuat bisnis Hypermart, dengan fokus ekspansi aset fisik dan belanja modal.

(Bisnis.Com) 14/04/26 10:30 190567

Bisnis.com, JAKARTA — Pengelola jaringan Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA), menggelar aksi korporasi jumbo melalui rights issue senilai Rp1,19 triliun yang berpotensi menimbulkan dilusi signifikan bagi pemegang saham lama di tengah tekanan bisnis ritel yang kian kompetitif.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/4/2026), MPPA menawarkan sebanyak 23,99 miliar saham baru atau setara 64,92% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp50 per saham, sama dengan nilai nominalnya.

Aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) ini memberikan rasio 211 HMETD untuk setiap 114 saham lama. Setiap satu HMETD memberikan hak membeli satu saham baru.

Langkah ini membuat pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berisiko terdilusi hingga maksimal 64,92%.

Pemegang saham utama, PT Multipolar Tbk. (MLPL), memastikan akan menyerap seluruh haknya sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga. MLPL berkomitmen menyerap saham senilai hingga Rp980 miliar, termasuk pembelian sisa saham yang tidak diambil investor lain.

Secara terperinci, MLPL akan mengeksekusi HMETD senilai sekitar Rp601,61 miliar. Selain itu, perseroan juga menyiapkan skema pembelian sisa saham hingga Rp378,38 miliar apabila tidak terserap pasar.

Dari sisi struktur kepemilikan, aksi ini berpotensi memperkuat dominasi MLPL. Dalam skenario minim partisipasi investor lain, kepemilikan MLPL dapat meningkat dari 50,14% menjadi 80,14%, sementara porsi publik tergerus menjadi 16,33% dari sebelumnya 41%.

Adapun dana hasil rights issue MPPA akan difokuskan untuk ekspansi aset fisik. Sekitar 65,35% dialokasikan untuk belanja modal, terutama pembelian tanah dan bangunan di sejumlah lokasi strategis.

Salah satu transaksi terbesar adalah akuisisi bangunan di Mall City of Tomorrow, Surabaya senilai Rp351,5 miliar. Selain itu, perseroan juga mengincar aset di Gresik senilai Rp134,5 miliar dan Bogor sebesar Rp122 miliar.

Selain itu, sebanyak Rp68 miliar akan digunakan untuk membeli tanah dan bangunan di Malioboro, Yogyakarta. Lokasi tersebut akan dikembangkan sebagai heritage retail yang menonjolkan karakter kawasan Malioboro, serta dimanfaatkan sebagai showcase konsep Bread & Butter dan Mother Store untuk pengembangan serta pengujian inovasi format ritel Perseroan.

Manajemen menyebut akuisisi aset tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat jaringan ritel terintegrasi, termasuk pengembangan format Hypermart dan ekosistem omnichannel.

Di sisi lain, prospektus menegaskan bahwa risiko utama perseroan berasal dari ketatnya persaingan industri ritel. Kegagalan mengantisipasi kompetisi berisiko langsung menekan pendapatan dan operasional.

Periode perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 serta 22–25 Juni 2026, dengan batas akhir pelaksanaan pada 25 Juni 2026.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#mppa #matahari-putra-prima #rights-issue #hypermart #bisnis-ritel #saham-baru #pemegang-saham #multipolar #belanja-modal #ekspansi-aset #akuisisi-bangunan #mall-city-of-tomorrow #gresik #bogor #maliob

https://market.bisnis.com/read/20260414/192/1966424/matahari-mppa-rights-issue-rp119-triliun-perkuat-bisnis-hypermart