MNC Digital (MSIN) Milik Hary Tanoe Mau Kawinkan Vision+ dan RCTI+
MNC Digital (MSIN) milik Hary Tanoe berencana menggabungkan RCTI+ dan Vision+ untuk memperkuat kinerja dan monetisasi bisnis OTT mereka.
(Bisnis.Com) 16/04/26 12:04 193121
Bisnis.com, JAKARTA – Emiten milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) berencana menggabungkan dua lini bisnis OTT milik perseroan, yaitu RCTI+ dan Vision+.
Direktur Utama MSIN Angela Tanoesoedibjo menerangkan, langkah itu diambil sebagai bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat kinerja fundamental perusahaan ke depan, dengan harapan mampu memaksimalkan operasional dan monetisasi atas lini bisnis tersebut.
”Kami melihat dari sisi cost maupun dari sisi revenue, dan oleh karena itu, ke depannya RCTI+ dan Vision+ kami melihat sudah saatnya untuk di-merge menjadi satu,” katanya dalam paparan publik MSIN, Kamis (16/4/2026).
Angela berharap dengan penggabungan kedua lini bisnis tersebut, MSIN dapat meningkatkan pengalaman pengguna pada segmen OTT dan mendorong potensi penjualan dari penggabungan kedua lini bisnis tersebut.
”Dan ini sedang kami susun dari segi perencanaannya, tujuan kami adalah untuk memaksimalkan operasional dan yang kedua adalah untuk memaksimalkan monetisasinya,” katanya.
Melansir laporan keuangan, MSIN mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada tahun 2025, dengan total pendapatan mencapai Rp3,83 triliun, mencerminkan peningkatan 18% YoY dibandingkan dengan Rp3,23 triliun pada periode yang sama 2024.
Pertumbuhan ini disebut didorong oleh perluasan berkelanjutan ekosistem digital MSIN, yang didukung oleh kinerja yang solid dalam konten, IP dan monetisasi lainnya, langganan, dan periklanan digital di seluruh platformnya.
Pendapatan iklan online mencapai Rp856,91 miliar pada 2025, mengalami peningkatan 2% YoY dibandingkan dengan Rp836,65 miliar pada tahun 2024. Aliran pendapatan ini dihasilkan dari penempatan iklan di platform AVOD OTT milik MSIN, RCTI+.
Kinerja ini disebut mencerminkan permintaan pengiklanan yang berkelanjutan dalam format iklan video digital. Terlebih, hal ini didorong oleh penawaran konten RCTI+ yang semakin luas, engagement user yang kuat, dan kemampuan platform untuk memberikan iklan dengan campaign yang terukur dan berdampak.
Sementara pendapatan langganan mencapai Rp869,17 miliar pada 2025, mengalami kenaikan 18% YoY dibandingkan dengan Rp735,53 miliar pada 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh perluasan berkelanjutan pada platform Vision+.
Vision+ sendiri mencatatkan peningkatan jumlah pelanggan yang signifikan, dari 2,85 juta pada 2024 menjadi 4,9 juta pada tahun 2025.
Dengan kata lain, kedua lini bisnis OTT milik MSIN ini memiliki kinerja yang solid dalam menopang soliditas fundamental perusahaan. Hanya saja, belum terang kapan aksi ini akan dieksekusi oleh perseroan.
”Jadi dengan penggabungan ini, harapan kami user journey juga akan lebih baik, sehingga akan meningkatkan experience user di dalam OTT dan oleh karena itu akan meningkatkan potensi upselling dari penggabungan OTT RCTI+ dengan Vision+,” tegas Angela.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#mnc-digital #hary-tanoe #vision #rcti #msin-merger #ott-platform #digital-entertainment #penggabungan-bisnis #strategi-msin #kinerja-keuangan-msin #pendapatan-iklan-online #pertumbuhan-pelanggan-vis