Operasi Ikan Sapu-Sapu Digelar Serentak, Pramono Pastikan Berkelanjutan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin operasi pemberantasan ikan sapu-sapu untuk memulihkan ekosistem perairan Jakarta yang terganggu.
(Bisnis.Com) 18/04/26 10:02 195298
Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan untuk memberantas ikan sapu-sapu. Pemberantasan ikan sapu-sapu dilakukan karena dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Jalan Janur Elok VI, Blok QD 9, RT 09, RW 06, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (17/4/2026).
Selain di Kelapa Gading, penangkapan ikan sapu-sapu juga digelar Pemprov DKI bersama masyarakat secara serentak di wilayah lainnya, yakni Kali Anak TSI, Kelurahan Duri Kosambi, Jakarta Barat; Kali Cideng, Jakarta Pusat; Pintu Air Outlet Setu Babakan, Jakarta Selatan; dan Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Jakarta Timur.
Kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu digalakan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengerukan, pembersihan sungai dan saluran, serta pemulihan ekosistem perairan di Jakarta.
Pramono mengatakan operasi penangkapan ikan sapu-sapu juga dilakukan sebab keberadaan spesies invasif itu telah mendominasi sejumlah perairan di Jakarta. Keberadaan ikan sapu-sapu juga mengganggu keseimbangan ekosistem.
“Langkah ini dilakukan karena keberadaan ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Jakarta sudah sangat dominan, mencapai sekitar 80% sampai 90% dari populasi biota air, sehingga mengganggu kondisi ekosistem perairan,” ujar Pramono dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (17/4/2026).
Menurut Pramono, pemberantasan ikan sapu-sapu itu juga penting dilakukan sebab spesies tersebut berpotensi merusak bantaran atau turap, dan mengganggu habitat alami. Kemudian, memengaruhi keseimbangan ekosistem melalui kebiasaannya menggali dasar dan pinggir sungai.
Adapun, seluruh hasil tangkapan akan ditangani sesuai prosedur, yaitu dimatikan dan dikubur secara higienis di lokasi yang telah ditentukan. Tujuannya agar ikan tidak kembali lepas ke perairan, tidak diperjualbelikan, dan dapat dimanfaatkan sebagai kompos alami.
“Operasi ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan dalam pemulihan perairan Jakarta, mulai dari penanganan cepat di lapangan, pengendalian secara berkala, perbaikan kualitas air, hingga pemulihan permanen ekosistem sungai dan saluran,” kata Pramono.
Sebagaimana diketahui, jenis ikan sapu-sapu yang umum ditemukan di Indonesia antara lain Pterygoplichthys Pardalis dan Hypostomus Plecostomus dari famili Loricariidae.
Sifatnya yang invasif membuat ikan ini mampu bertahan hidup di berbagai kondisi habitat, tumbuh cepat, dan berpotensi menekan populasi ikan lokal.
Secara fisik, ikan sapu-sapu memiliki tubuh memanjang hingga lebih dari 40 sentimeter dengan sisik keras yang menyelimuti hampir seluruh tubuhnya.
Struktur mulut berbentuk cakram penghisap membuat ikan ini mampu menempel pada permukaan dan bertahan di perairan dengan kualitas buruk.
Sejumlah penelitian menunjukkan ikan sapu-sapu mampu hidup di perairan tercemar, termasuk yang mengandung logam berat. Kemampuan tersebut membuat ikan ini berpotensi menyerap zat berbahaya dari lingkungan tempat hidupnya.
#ikan-sapu-sapu #operasi-ikan-sapu-sapu #pemberantasan-ikan-sapu-sapu #ekosistem-perairan #pramono-anung #spesies-invasif #pemulihan-ekosistem #perairan-jakarta #penangkapan-ikan-sapu-sapu #pemprov-dki