Airlangga: Hilirisasi Industri Kunci Jaga Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Airlangga: Hilirisasi Industri Kunci Jaga Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Pemerintah genjot hilirisasi industri untuk jaga ketahanan ekonomi RI di tengah ketegangan geopolitik global. Airlangga paparkan strategi hadapi potensi gangguan rantai pasok.

(Kompas.com) 19/04/26 08:08 195735

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memperkuat strategi hilirisasi industri sebagai upaya menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk potensi gangguan di jalur strategis seperti Selat Hormuz, dapat berdampak langsung pada rantai pasok global dan harga energi.

“Ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah dan jalur strategis seperti Selat Hormuz, perlu diantisipasi karena berpotensi mengganggu rantai pasok global dan memicu kenaikan harga energi,” ujar Airlangga dalam keterangannya pada Minggu (19/4/2026).

NASA EARTH OBSERVATORY via AFP Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.

Di tengah tekanan tersebut, Airlangga menegaskan ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan.

Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,11 persen pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 5,3 persen pada 2026, ditopang inflasi yang terkendali serta kepercayaan konsumen yang tetap optimistis.

Airlangga mengeklaim kinerja eksternal juga dinilai solid, tecermin dari surplus neraca perdagangan yang terus berlanjut.

Selain itu, struktur ekonomi domestik yang kuat menjadi bantalan utama menghadapi gejolak global.

Menko Airlangga menyebutkan, konsumsi domestik berkontribusi sekitar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara rasio utang luar negeri tetap terjaga pada level relatif rendah.

Sektor perbankan pun dinilai masih solid dengan likuiditas memadai dan permodalan kuat.

Untuk menjaga stabilitas, pemerintah mengombinasikan kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.

Dari sisi fiskal, penguatan APBN dilakukan melalui optimalisasi penerimaan negara, efisiensi belanja, serta pengalihan anggaran ke sektor produktif.

DOK. Humas Kemenko Perekonomian Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara AZEC Plus Online Summit Meeting pada Rabu (15/4/2026).

Sementara itu, koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) diperkuat guna menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk melalui intervensi pasar dan kerja sama transaksi mata uang lokal.

Pemerintah juga mempercepat penyaluran stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat, seperti bantuan pangan dan program perlindungan sosial.

Di sektor energi, penguatan dilakukan melalui implementasi biodiesel B50 serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Di sisi lain, strategi memperluas kerja sama internasional terus didorong untuk memperkuat akses pasar dan diversifikasi risiko.

Sejumlah perjanjian perdagangan seperti Indonesia–EU CEPA dan Indonesia–Canada CEPA menjadi bagian dari upaya tersebut.

Selain itu, kerja sama bilateral juga diperluas, termasuk dengan Rusia yang mencakup sektor energi, industri, hingga investasi.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong hilirisasi industri dalam negeri.

Airlangga menambahkan, partisipasi Indonesia dalam berbagai forum global seperti Asia Zero Emission Community juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi dan mendorong transisi menuju energi bersih.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh stabil di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#penerimaan-negara #ketahanan-ekonomi #rantai-pasok-global #hilirisasi-industri #geopolitik-global #selat-hormuz

https://money.kompas.com/read/2026/04/19/080800026/airlangga--hilirisasi-industri-kunci-jaga-ekonomi-di-tengah-gejolak-global