AS Cegat dan Sita Kapal Iran, Blokade Trump di Selat Hormuz

AS Cegat dan Sita Kapal Iran, Blokade Trump di Selat Hormuz

AS menyita kapal Iran di Selat Hormuz, memicu ketegangan baru dengan Iran. Trump umumkan penyitaan, Iran ancam balas, harga minyak melonjak.

(Bisnis.Com) 20/04/26 10:30 196420

Bisnis.com, JAKARTA — AS telah mencegat sebuah kapal kargo berbendera Iran, Touska di dekat Selat Hormuz sebagai bagian dari blokade angkatan lautnya.

Dilansir dari BBC, Presiden AS Donald Trump menulis di platform Truth Social miliknya, bahwa Touska disita oleh Angkatan Laut AS setelah gagal menanggapi peringatan untuk berhenti.

Mengacu informasi pelacakan dari TankerTrackers.com, Touska sebelumnya telah meninggalkan Port Klang, sebuah pelabuhan utama di Malaysia, ketika kapal tersebut kemudian mencoba melewati blokade AS.

"Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA, dengan panjang hampir 900 kaki dan berat hampir sama dengan kapal induk, mencoba melewati blokade angkatan laut kami, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka," tulis Trump dilansir BBC pada Senin (20/4/2026).

Trump mengatakan bahwa kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS sebelumnya telah memperingatkan Touska untuk berhenti di Teluk Oman. Akan tetapi, kapal tersebut tidak menurutinya.

Pengumuman penyitaan Touska datang setelah Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS JD Vance akan memimpin delegasi lain untuk putaran kedua pembicaraan tentang mengakhiri perang dengan Iran di Pakistan.

Dilansir dari The Guardian, militer Iran pun bersumpah akan membalas dan menuduh AS telah melanggar gencatan senjata yang telah berlaku sejak 8 April 2026.

"Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera membalas dan melakukan pembalasan terhadap pembajakan bersenjata ini dan militer AS," kata Juru Bicara Pusat Komando Militer Khatam Al-Anbiya Iran.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Teheran telah menolak perundingan perdamaian baru, dengan alasan blokade yang sedang berlangsung.

Aksi militer terbaru oleh AS menimbulkan pertanyaan baru tentang kemungkinan perpanjangan gencatan senjata antara kedua negara yang bertikai.

Trump sebelumnya telah mengumumkan bahwa para pejabat AS akan menuju Pakistan pada hari Senin (20/4/2026) untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan para pemimpin Iran tentang perang AS-Israel yang sedang berlangsung di Iran.

Adapun, seiring dengan kondisi yang kembali memanas di Timur Tengah, pasar minyak pun bereaksi. Dilansir dari Investing, harga minyak Brent dan WTI sama-sama naik tajam karena para pedagang menilai kembali kemungkinan gangguan yang berkelanjutan.

Harga minyak Brent sendiri telah melonjak hingga 7% menjadi US$97,50 per barel dari perdagangan sebelummya US$95,71 per barel.

#kapal-iran #selat-hormuz #blokade-trump #angkatan-laut-as #penyitaan-touska #kapal-kargo-iran #teluk-oman #perang-as-iran #gencatan-senjata #militer-iran #pembicaraan-perdamaian #harga-minyak-brent #p

https://kabar24.bisnis.com/read/20260420/19/1967840/as-cegat-dan-sita-kapal-iran-blokade-trump-di-selat-hormuz