1,5 Juta Serangan Backdoor Hantam RI Sepanjang 2025, Terbesar di Asia Tenggara
Indonesia menghadapi 1,5 juta serangan backdoor pada 2025, tertinggi di Asia Tenggara. Peningkatan ini menyoroti pentingnya deteksi dan respons cepat terhadap ancaman siber.
(Bisnis.Com) 21/04/26 17:40 198150
Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan keamanan siber Kaspersky mencatat Indonesia menyumbang sebagian besar insiden serangan backdooor siber di Asia Tenggara dengan 1.583.035 deteksi, disusul Vietnam dengan 1.296.924 deteksi.
Selanjutnya, Thailand mencatat 251.502 kasus, Malaysia 212.239, Singapura 50.511, dan Filipina 35.232 deteksi. Seluruh temuan tersebut teridentifikasi melalui serangan backdoor, yakni metode yang memberikan penyerang akses administrasi jarak jauh ke mesin korban.
Tidak seperti utilitas administrasi jarak jauh yang sah, backdoor menginstal, meluncurkan, dan berjalan secara tidak terlihat tanpa persetujuan atau sepengetahuan pengguna. Setelah terinstal, backdoor dapat diperintahkan untuk mengirim, menerima, mengeksekusi, hingga menghapus file, mengambil data rahasia, serta mencatat aktivitas di komputer, dan lainnya.
Dalam dunia keamanan siber, Backdoor (pintu belakang) adalah metode tersembunyi yang digunakan untuk melewati mekanisme keamanan normal—seperti login atau enkripsi—pada sebuah sistem komputer, jaringan, atau aplikasi.
Sederhananya, jika sistem keamanan utama adalah pintu depan yang terkunci rapat, backdoor adalah pintu rahasia di bagian belakang yang kuncinya hanya dipegang oleh pembuatnya atau penyerang.
Berdasarkan telemetri Kaspersky, peningkatan deteksi backdoor secara tahunan (year-on-year/YoY) yang menargetkan bisnis di kawasan menjadi perhatian utama. Malaysia mencatat lonjakan tertinggi sebesar 86%, diikuti Indonesia sebesar 36%, sementara Vietnam mengalami peningkatan 3%. Thailand tercatat stagnan, sedangkan Singapura dan Filipina justru mengalami penurunan masing-masing sebesar 49% dan 35%.
Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky mengatakan secara keseluruhan bisnis di Asia Tenggara mengalami peningkatan serangan backdoor sebesar 17% pada 2025 dibandingkan 2024.
“Meningkatnya deteksi ini, menyoroti pergeseran kritis dalam lanskap ancaman di seluruh Asia Tenggara, dari ‘menerobos ke dalam sistem’ menjadi ‘bertahan di dalam sistem,’” kata dia dalam keterangan resmi pada Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, kondisi ini menggarisbawahi pentingnya pemantauan berkelanjutan, deteksi canggih, serta kemampuan respons cepat untuk mengungkap akses tersembunyi dan mencegah serangan siber berkelanjutan.
Selain itu, sistem deteksi Kaspersky juga mencegat lebih dari 46 juta serangan pada perangkat di seluruh bisnis Asia Tenggara. Ancaman pada perangkat ini merupakan malware yang menyebar melalui metode offline, seperti drive USB yang dapat dilepas, CD, DVD, atau file yang masuk ke komputer dalam bentuk tidak terbuka, misalnya melalui penginstal kompleks atau file terenkripsi.
Meskipun secara keseluruhan terjadi sedikit penurunan serangan pada perangkat bisnis (B2B) di Asia Tenggara sebesar 6%, Vietnam, Indonesia, dan Thailand tetap mencatat volume ancaman tertinggi sepanjang 2025. Secara rinci, Vietnam mencatat lebih dari 21,5 juta deteksi, diikuti Indonesia sekitar 14,1 juta, Thailand 4,6 juta, Malaysia 3,4 juta, Filipina 1,5 juta, dan Singapura 1 juta, dengan total kawasan mencapai 46,4 juta deteksi.
Hia mengatakan sebagai simpul penghubung utama dalam rantai pasokan global, Asia Tenggara akan tetap menjadi target utama kampanye siber berbahaya. Kondisi ini diperparah oleh tren kerja jarak jauh dan hibrida yang kerap melibatkan perangkat tidak terkelola, sehingga memperluas permukaan serangan.
Oleh karena itu, bisnis di kawasan perlu berinvestasi secara memadai dalam pengamanan perangkat, tidak hanya untuk mencegah potensi kerugian finansial dan kebocoran data, tetapi juga untuk menghindari terbentuknya celah yang dapat dimanfaatkan dalam kejahatan siber lanjutan.
#serangan-backdoor #backdoor-siber #keamanan-siber-indonesia #ancaman-asia-tenggara #deteksi-backdoor #peningkatan-serangan-backdoor #serangan-siber-2025 #kaspersky-asia-tenggara #ancaman-siber-bisnis #n-a