Siap Dihelat, Festival Film Jelek Buka Ruang bagi Film Terpinggirkan

Siap Dihelat, Festival Film Jelek Buka Ruang bagi Film Terpinggirkan

Festival Film Jelek 2026 di Jakarta, 1-3 Mei, buka ruang inklusif bagi sineas non-mainstream dengan 270 film dari berbagai latar belakang.

(Bisnis.Com) 22/04/26 12:06 198936

Bisnis.com, JAKARTA — Festival Film Jelek (FFJ) kembali memosisikan diri sebagai ruang alternatif yang inklusif bagi pembuat film di luar arus utama. Festival ini menerima karya tanpa membatasi teknik, medium, maupun tahun produksi.

Dijadwalkan pada 1–3 Mei 2026 di Teater Utan Kayu, FFJ akan memutar film pendek pilihan sineas Tanah Air. Pada edisi keduanya, festival ini menerima 270 film yang dikurasi ke dalam enam program utama.

Penggagas FFJ Juan Hendry mengatakan festival ini dibuat untuk memberi ruang bagi pembuat film medioker, mahasiswa, hingga pembuat film autodidak. Mereka didorong untuk mengekspresikan karya tanpa tekanan standar industri.

Festival ini pertama kali digelar pada 28 Februari 2026 di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, dan mendapat antusiasme tinggi dari publik. Keberhasilan ini mendorong penyelenggaraan edisi kedua.

“Maunya Festival Film Jelek ini nantinya juga berjalan tahunan supaya kita bisa terus berkembang tiap tahun,” katanya saat ditemui Bisnis, Kamis (16/4/2026).

Manajer FFJ 2026 Edvan Apriliawan mengatakan keterbukaan menjadi prinsip dasar festival. “Kita sangat terbuka dengan teknik apa pun dan medium apa pun,” katanya.

Istilah “jelek” juga sengaja dipilih karena dinilai lebih mudah dipahami publik dan tidak eksklusif. Pendekatan ini sekaligus menurunkan hambatan psikologis bagi pembuat film untuk berpartisipasi.

Edvan mengungkap komposisi peserta menunjukkan keberagaman latar belakang. Sekitar 45 persen berasal dari pendidikan film, sementara sisanya datang dari berbagai disiplin atau jalur autodidak.

Pengelola program Keisha Maryam mengatakan pihaknya menyusun strategi pemutaran untuk film-film yang telah terseleksi. Sebanyak 270 film harus disusun ke dalam durasi tayang yang terbatas.

Keterbatasan ruang dan waktu menjadi tantangan utama. Setiap program dirancang berdurasi dua jam untuk menghadirkan pengalaman menonton yang beragam, di antaranya menggabungkan film berdurasi sangat pendek dalam format kompilasi.

“Kita harus menyesuaikan supaya semua film masuk dalam durasi program, sekaligus tetap enak ditonton,” ujarnya.

#festival-film #film-jelek #ruang-alternatif #film-terpinggirkan #sineas-tanah-air #pembuat-film #film-medioker #autodidak #festival-tahunan #keterbukaan-festival #teknik-film #medium-film #partisipasi

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260422/254/1968185/siap-dihelat-festival-film-jelek-buka-ruang-bagi-film-terpinggirkan