Bapanas: Pemerintah berupaya atasi pasokan plastik terkait pangan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan pemerintah terus bergerak mencari pasokan bahan baku plastik guna menekan dampak kenaikan biaya terhadap harga ...
(Antara) 22/04/26 17:48 199529
Memang kita sudah menghitung secara kasar. Di beras itu hampir sekitar Rp300 per kilogram dampaknya. Tapi di gula relatif lebih sedikit, sekitar Rp 100 sampai Rp150
Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan pemerintah terus bergerak mencari pasokan bahan baku plastik guna menekan dampak kenaikan biaya terhadap harga beras dan gula nasional domestik.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dikonfirmasi di Jakarta, Rabu menegaskan langkah pemerintah telah berjalan untuk mengatasi keterbatasan pasokan bahan baku plastik yang mempengaruhi sektor pangan.
"Pemerintah tidak diam, tidak menunggu, tapi sedang mencari upaya-upaya tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, relatif problem kekurangan pasokan bahan baku plastik ini bisa diselesaikan dengan baik," kata Ketut.
Ia menyatakan pemerintah tidak tinggal diam dan terus mengupayakan berbagai solusi, dengan harapan dalam waktu dekat persoalan kekurangan bahan baku plastik dapat segera teratasi secara optimal.
Ketut menuturkan koordinasi penanganan persoalan itu dipercayakan kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian guna mempercepat pencarian sumber pasokan alternatif yang dapat menjaga stabilitas harga pangan nasional.
"Kita percayakan dulu kepada teman-teman di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian juga," ujar Ketut.
Tak hanya pemerintah, lanjut Ketut, para pelaku usaha yang bergerak sebagai produsen plastik juga bergerak beriringan untuk memastikan ketersediaan bahan baku plastik. Kemungkinannya memang menyasar peluang ke negara produsen minyak bumi.
"Semua bergerak, pelaku usaha kan tidak diam, dia akan mencari dan sudah akan berusaha mencari peluang-peluang tadi. Apakah dari Rusia atau negara lain selain Timur Tengah. Produsen-produsen minyak itu, itulah penghasil sumber-sumber pasokan plastik sebenarnya," beber Ketut.
Lebih lanjut ia menjelaskan kenaikan harga bahan baku plastik berdampak pada biaya produksi pelaku usaha pangan, terutama komoditas beras dan gula.
Ia menyebut pihaknya telah melakukan sejumlah rapat dengan para pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha beras, gula, dan pangan kemasan, untuk membahas dampak gejolak geopolitik di Timur Tengah terhadap pasokan plastik.
Berdasarkan perhitungan sementara, dampak terhadap harga beras diperkirakan mencapai sekitar Rp300 per kilogram, sementara pada gula lebih kecil, yakni sekitar Rp100 hingga Rp150 per kilogram, meski masih bersifat perhitungan sementara.
"Memang kita sudah menghitung secara kasar. Di beras itu hampir sekitar Rp300 per kilogram dampaknya. Tapi di gula relatif lebih sedikit, sekitar Rp 100 sampai Rp150. Itu pun masih kasar, belum kami hitung detail. Mungkin bisa lebih rendah dari itu," jelasnya.
Dalam pantauan Bapanas, Ketut menyampaikan pergerakan harga gula konsumsi secara nasional selama sebulan terakhir, baik di kawasan barat maupun timur Indonesia mengalami penyesuaian namun masih tergolong wajar dengan kenaikan sekitar 1,94 persen.
Dia menyebutkan rata-rata harga gula konsumsi secara nasional dalam sebulan terakhir tercatat dari Rp18.412 per kilogram (kg) naik tipis menjadi Rp18.770 per kg pada 20 April.
Kendati begitu, proyeksi produksi gula kristal putih dalam negeri April ke Mei akan mulai meningkat. Dari sekitar 58,3 ribu ton akan meningkat menjadi 276,4 ribu ton, sehingga akan mampu meredam harga.
Sementara rata-rata harga beras medium dalam sebulan terakhir berfluktuasi hanya di 0,29 persen dan beras premium di 0,37 persen saja.
Rata-rata harga beras medium secara nasional sebulan lalu berada di Rp13.378 per kg menjadi Rp13.417 per kg per 20 April. Untuk beras premium, dari Rp15.640 per kg ke Rp15.698 per kg.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
#bapanas #pemerintah #berupaya #atasi-soal #pasokan #plastik