Tiga Wilayah Aglomerasi Kebut Realisasi Proyek Waste to Energy

Tiga Wilayah Aglomerasi Kebut Realisasi Proyek Waste to Energy

Tiga wilayah aglomerasi, Bekasi, Bogor, dan Denpasar, mempercepat proyek waste to energy dengan penandatanganan PKS guna dukung pengolahan sampah jadi energi.

(Bisnis.Com) 22/04/26 18:31 199546

Bisnis.com, JAKARTA — Tiga wilayah aglomerasi yang mencakup Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya mempercepat realisasi proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah daerah dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL. Penandatanganan ini menandai penguatan tahap implementasi proyek, setelah proses lelang BUPP PSEL di ketiga wilayah tersebut diselesaikan.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari percepatan nasional dalam menangani persoalan sampah secara sistematis dan terintegrasi.

“Penandatanganan PKS ini adalah langkah nyata. Kita tidak lagi berbicara perencanaan, tetapi sudah masuk pada tahap memastikan implementasi berjalan, khususnya dalam menjamin suplai sampah minimal 1.000 ton per hari sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025,” kata Hanif, dikutip dari siaran pers pada Rabu (22/4/2026).

Adapun cakupan kerja sama meliputi PSEL Kota Bekasi yang melibatkan Pemerintah Kota Bekasi, PSEL Bogor Raya yang mencakup Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, serta PSEL Denpasar Raya yang melibatkan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai satu kesatuan aglomerasi dalam penyediaan pasokan sampah.

PKS menjadi instrumen utama untuk memastikan kepastian pasokan sampah sebagai bahan baku, sekaligus mengatur komitmen kerja sama antardaerah dalam satu kawasan aglomerasi dan BUPP agar kebutuhan operasional waste to energy dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menambahkan bahwa percepatan ini akan terus dilanjutkan pada aglomerasi lainnya.

“Pada hari ini kita lakukan tiga. Untuk ke depan, akan segera dilakukan pada 12 aglomerasi lainnya, yang tidak akan lebih dari tujuh minggu akan kita selesaikan agar semua bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Pembangunan fasilitas waste to energy rencananya menjangkau 31 aglomerasi yang mencakup 86 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Percepatan melalui penandatanganan PKS menjadi langkah krusial untuk memastikan proyek-proyek yang telah selesai lelang dapat segera direalisasikan.

Selain itu, pemerintah terus mendorong penyelesaian aspek teknis lainnya, seperti kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung, agar tahapan konstruksi dapat berjalan sesuai target. Penandatanganan PKS ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan dokumen kesiapan pemerintah daerah kepada Daya Anagata Nusantara (Danantara), sekaligus memperlihatkan langkah percepatan pembangunan PSEL di berbagai wilayah.

Ke depan, penandatanganan PKS serupa akan terus dilanjutkan pada aglomerasi lainnya, sebagai bagian dari upaya sistematis pemerintah untuk memastikan seluruh proyek PSEL segera masuk tahap implementasi.

#waste-to-energy #proyek-waste-to-energy #aglomerasi-waste-to-energy #psel-bekasi #psel-bogor-raya #psel-denpasar-raya #pengolahan-sampah-energi #perjanjian-kerja-sama-psel #suplai-sampah-minimal #pera

https://hijau.bisnis.com/read/20260422/652/1968563/tiga-wilayah-aglomerasi-kebut-realisasi-proyek-waste-to-energy