Rupiah Tembus Rp 17.300, Airlangga: Pemerintah Terus Pantau

Rupiah Tembus Rp 17.300, Airlangga: Pemerintah Terus Pantau

Pemerintah menilai gejolak global jadi faktor utama tekanan rupiah.

(Republika) 23/04/26 14:19 200481

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang telah menembus Rp17.300 pada Kamis (23/4/2026) siang. Airlangga menyampaikan pemerintah terus mengikuti perkembangan terkini mengenai fluktuasi nilai tukar rupiah

"Ya kita monitor aja karena berbagai mata uang di regional juga bergejolak," ujar Airlangga usai konferensi pers Realisasi investasi Kuartal I 2026 dan Implementasi KBLI 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Airlangga menyampaikan pelemahan rupiah tak lepas dari kondisi gejolak geopolitik global. Hal ini mengakibatkan rupiah berada dalam tekanan.

"Ya kan itu lihat gejolak, gejolak global juga. Jadi ya kita monitor saja," ucap Airlangga.

Airlangga menyampaikan pemerintah mendorong Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Airlangga belum bisa membeberkan rencana pemerintah dalam menyikapi ambruknya nilai rupiah yang berada di atas asumsi APBN 2026 sebesar Rp16.500 per dolar AS.

"Nanti kita monitor aja karena ini kan nggak bisa kita setiap hari reaktif. Kita monitor aja dan itu BI tugasnya menjaga," kata Airlangga.

#rupiah #airlangga-hartarto #nilai-tukar #dolar-as #bank-indonesia #ekonomi-indonesia #apbn-2026 #gejolak-global

https://ekonomi.republika.co.id/berita/tdxr0g370/rupiah-tembus-rp-17300-airlangga-pemerintah-terus-pantau