Wamenpar: 65% Wisatawan ke Indonesia Tertarik Wisata Bahari

Wamenpar: 65% Wisatawan ke Indonesia Tertarik Wisata Bahari

65% wisatawan ke Indonesia tertarik wisata bahari, menyumbang 1,5-2% PDB. Dukungan infrastruktur dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk pengembangan.

(Bisnis.Com) 23/04/26 15:00 200561

Bisnis.com, JAKARTA — Pariwisata alam dan bahari masih menjadi tulang punggung daya tarik Indonesia di mata wisatawan. Potensi wisata segmen ini dinilai konsisten mendorong kunjungan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, menyatakan bahwa sekitar 75 persen wisatawan yang berkunjung ke Indonesia lebih tertarik pada wisata alam. Dari jumlah tersebut, sebagian besar di antaranya menjadikan wisata bahari sebagai pilihan utama.

"Sebanyak 65 persen di antaranya memilih wisata bahari. Jadi, ini luar biasa sekali," katanya dalam pembukaan DEEP and EXTREME Indonesia (DXI) 2026 di Jakarta, Kamis, (23/4/2026).

Menurutnya, selama bertahun-tahun wisata bahari memang terus menunjukkan kontribusi yang sangat signifikan terhadap sektor pariwisata nasional. Berdasarkan data kementeriannya, subsektor ini diperkirakan menyumbang sekitar 32 persen sampai 42 persen dari total aktivitas ekonomi pariwisata nasional.

Selain itu, kontribusi wisata bahari terhadap perekonomian nasional juga tercermin dalam sumbangannya terhadap produk domestik bruto (PDB). Sebagai bagian dari subsektor pariwisata, wisata bahari menyumbang sekitar 1,5 hingga 2 persen terhadap PDB nasional.

"Hal ini juga didukung oleh lebih dari 2.000 desa pesisir yang telah dan sedang mengembangkan potensi wisata bahari sebagai pendorong ekonomi lokal," imbuhnya.

Ni Luh mengungkapkan bahwa banyak desa wisata di Indonesia berada di kawasan transmigrasi, sehingga pengembangannya memerlukan kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat. Dukungan tersebut dinilai penting untuk mengoptimalkan kembali potensi wisata berbasis alam, terutama melalui penguatan infrastruktur dan fasilitas pendukung.

Sejauh ini, katanya, wisata bahari memiliki daya saing tinggi karena menawarkan beragam aktivitas petualangan di pesisir dan laut, bukan semata-mata pemandangannya saja. Aktivitas seperti diving, surfing, sailing, hingga kayaking justru yang makin menjadi magnet utama bagi wisatawan.

Kendati demikian, pengembangan pariwisata ke depan dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam menciptakan pola pengelolaan yang lebih terstruktur. Salah satu aspek yang disoroti adalah konsep cross-activity, di mana wisatawan tidak hanya melakukan satu aktivitas, melainkan menikmati berbagai pengalaman dalam satu perjalanan.

Dia berharap ke depan, wisatawan ke Indonesia tidak berhenti hanya untuk diving atau berwisata alam semata. Setelah itu, perlu dikembangkan daya tarik lain agar mereka juga mau melanjutkan ke aktivitas wisata lainnya.

"Dengan demikian, perputaran ekonomi juga akan semakin besar. Lalu, lama tinggal mereka juga makin lama," tuturnya.

Pihaknya mendorong keterlibatan aktif pelaku industri, komunitas, dan asosiasi dalam merancang serta mengemas beragam aktivitas tersebut menjadi paket wisata terpadu yang lebih menarik bagi wisatawan.

#wisata-bahari #wisata-alam #wisatawan-indonesia #pariwisata-nasional #wisata-bahari-indonesia #desa-wisata #wisata-petualangan #aktivitas-wisata-bahari #wisata-pesisir #wisata-diving #wisata-surfing #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260423/12/1968817/wamenpar-65-wisatawan-ke-indonesia-tertarik-wisata-bahari