Kemenpar Siapkan Strategi Tingkatkan Keselamatan Wisata Bahari
Kemenpar tingkatkan keselamatan wisata bahari dengan strategi baru, fokus pada pelatihan dan sertifikasi untuk daya saing global hingga 2026.
(Bisnis.Com) 23/04/26 18:15 200886
Bisnis.com, JAKARTA — Keselamatan menjadi isu krusial dalam pengembangan wisata bahari di Indonesia, seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap aktivitas berbasis laut. Pemerintah pun mulai menaruh perhatian lebih serius pada aspek ini
Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, mengatakan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat standar keselamatan di sektor wisata bahari. Sebab, keselamatan punya pengaruh besar terhadap keberlangsungan pariwisata sangat besar.
Menurutnya, tingkat kepercayaan wisatawan, khususnya mancanegara, sangat ditentukan oleh jaminan keamanan dan keselamatan yang dibangun melalui kolaborasi lintas pihak. Oleh karena itu, aspek tersebut akan menjadi salah satu fokus utama di wisata bahari sepanjang tahun 2026.
"Kami memahami bahwa aspek keselamatan dan keamanan menjadi kunci daya saing wisata bahari di kawasan Asia Tenggara," katanya dalam pembukaan DEEP and EXTREME Indonesia (DXI) 2026 di Jakarta, Kamis, (23/4/2026).
Ni Luh Puspa menyebut bahwa sejak tahun lalu, aspek keselamatan telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam program Kementerian Pariwisata. Berbagai pelatihan pun telah dilakukan bagi pemandu wisata dan pelaku industri, khususnya yang bergerak di sektor wisata berbasis alam.
Selain pelatihan, pihaknya juga mendorong penerapan sertifikasi bagi para pelaku wisata. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus memastikan standar keselamatan dapat diterapkan secara konsisten di lapangan.
"Tahun lalu fokus pada wisata gunung dan tahun ini kami memperkuat wisata bahari, sembari pelatihan wisata gunung juga berjalan," imbuhnya.
Mengutip laman Kemenpar, pada April ini kementerian bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores menggelar kegiatan “Safety Talk” sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan wisata bahari, khususnya di Labuan Bajo.
Selain itu, Kemenpar juga bekerja sama dengan Divers Alert Network dalam program “Edukasi Diving Safety 1000”. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha wisata bahari profesional, dengan materi pelatihan seperti Basic Life Support, Cardiopulmonary Resuscitation, hingga Emergency Oxygen Provider, serta berbagai aspek keselamatan lainnya dalam aktivitas wisata selam.
Ni Luh berharap strategi yang disiapkan dapat mendorong peningkatan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Menurutnya, langkah ini menjadi krusial mengingat besarnya potensi pengembangan wisata bahari yang dimiliki Indonesia.
Ni Luh mengatakan, berdasarkan data dari Federasi Arung Jeram Indonesia, Indonesia termasuk salah satu kekuatan dunia dalam olahraga arung jeram. Sejumlah destinasi seperti Sungai Citarik, Maros, serta berbagai sungai di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata petualangan.
#wisata-bahari #keselamatan-wisata #strategi-keselamatan #wisata-bahari-indonesia #pariwisata-indonesia #keamanan-wisatawan #pelatihan-wisata #sertifikasi-wisata #wisata-labuan-bajo #diving-safety #edu