Amran Bantah Isu Stok Beras Kurang: Dorong Impor, Berarti Antek Asing

Amran Bantah Isu Stok Beras Kurang: Dorong Impor, Berarti Antek Asing

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan stok beras Indonesia aman dengan lebih dari 5 juta ton, menolak isu impor yang dianggap merugikan petani lokal.

(Bisnis.Com) 23/04/26 19:53 201017

Bisnis.com, KARAWANG — Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan kondisi stok dan produksi beras dalam negeri berada dalam posisi aman, di tengah munculnya narasi yang menyebut gudang beras kosong.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyindir keras pihak yang menggulirkan isu tersebut karena dinilai berpotensi mendorong kebijakan impor yang merugikan petani dalam negeri.

“Kalau ada yang mengatakan gudang itu tidak ada isinya atau kurang. Kalau kita percaya dia, keputusan kita apa? Kurang, berarti? Impor. Kalau mau impor, berarti pro pada petani negara lain. Pro petani negara lain berarti antek asing,” kata Amran saat ditemui di sela-sela meninjau Gudang Bulog JDP Karawang 1 Logistic Park di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Menurut Amran, pemerintah telah menetapkan 11 komoditas pangan strategis yang dijaga, di mana sebagian besar telah mencapai swasembada, termasuk beras, jagung pakan, bawang merah, hingga komoditas unggas.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, Amran menuturkan total produksi pangan mencapai sekitar 73,76 juta ton, sementara kebutuhan berada di kisaran 68,78 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 4,98 juta ton.

Di sisi lain, Amran tak menampik Indonesia masih mengimpor beberapa komoditas tertentu seperti bawang putih, kedelai, daging sapi/kerbau.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan total kebutuhan atau produksi nasional, porsi impor tersebut hanya sekitar 4,9%, masih jauh di bawah ambang batas 10% yang kerap dijadikan indikator swasembada pangan. Dia menilai kondisi tersebut seharusnya sudah mencerminkan swasembada, meskipun masih ada impor terbatas.

RI Punya 5 Juta Stok Beras

Adapun, per Kamis (23/4/2026), Indonesia telah memiliki stok beras lebih dari 5 juta ton beras di seluruh gudang Perum Bulog. Menurut Amran, nilai cadangan beras yang mencapai lebih dari 5 juta ton ini diperkirakan setara Rp55 triliun—Rp60 triliun.

“Alhamdulillah hari ini tanggal 23 April 2026, jam 08.55 [WIB], beras, stok beras seluruh Indonesia 5.000.198 ton. Ini adalah pertama tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama. Inilah hasil kerja keras kita semua. Semua anak bangsa,” kata Amran.

Dia menuturkan capaian tersebut bukan hanya hasil kerja Kementerian Pertanian, melainkan kolaborasi lintas lembaga, termasuk Bulog, TNI/Polri, hingga Kejaksaan.

Pemerintah juga terus memperluas kapasitas penyimpanan untuk mengantisipasi lonjakan produksi. Di wilayah Karawang saja, gudang sewaan mencapai kapasitas 102.000 ton dengan tingkat keterisian 80.000 ton, dan diperkirakan akan penuh dalam dua minggu ke depan. Secara nasional, kapasitas gudang Bulog saat ini mencapai 3 juta ton.

Namun demikian, Bulog juga telah menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton yang kini sudah terisi penuh, dengan sisa kapasitas sekitar 809.667 ton akan ditambah lagi dengan sewa gudang baru sekitar 1 juta ton, sehingga total kapasitas berpotensi mencapai 6 juta ton.

Dia menilai peningkatan stok ini berdampak luas, tidak hanya bagi kebutuhan domestik tetapi juga posisi Indonesia di pasar global. Indonesia sebelumnya mencatat impor beras hingga 7 juta ton pada 2023–2024, namun berhasil menghentikan impor pada 2025.

“Insya Allah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi Insya Allah 2026 tidak impor beras. Cadangan kita adalah tertinggi sepanjang sejarah di bulan April,” pungkasnya.

#beras #stok-beras #impor-beras #produksi-beras #swasembada-pangan #amran-stok-beras #beras-bulog #gudang-bulog #menteri-pertanian #surplus-beras #cadangan-beras #kapasitas-gudang #impor-pangan #komodi

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260423/12/1968883/amran-bantah-isu-stok-beras-kurang-dorong-impor-berarti-antek-asing