Pengamat Nilai Kinerja PGEO 2025 Tegaskan Keuntungan Investasi Sektor Panas Bumi

Pengamat Nilai Kinerja PGEO 2025 Tegaskan Keuntungan Investasi Sektor Panas Bumi

Sepanjang 2025 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid, mempertegas perannya sebagai salah motor pengembangan... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 23/04/26 22:07 201150

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) kembali menunjukkan taringnya di sektor energi bersih. Sepanjang 2025, perusahaan ini mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid, mempertegas perannya sebagai salah satu motor utama pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, PGEO melaporkan pendapatan sebesar US$ 432,73 juta dan laba bersih US$ 137,67 juta. Tak hanya itu, perusahaan juga mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah (all time high), menandai momentum pertumbuhan yang konsisten.

Pengamat energi sekaligus anggota Dewan Pengawas Rumah Energi, Elrika Hamdi, menilai capaian tersebut mencerminkan semakin strategisnya peran energi panas bumi dalam bauran energi nasional.

“Kalau melihat rencana transisi energi Indonesia ke depan, bisnis PGEO memiliki potensi tinggi untuk berkembang. Masih banyak lapangan panas bumi yang sedang dieksplorasi dan bisa dikembangkan lebih lanjut, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor,” ujarnya dalam panggilan video, Selasa (31/3/2026).

Menurut Elrika, kinerja keuangan yang positif juga menunjukkan kemampuan manajemen PGEO dalam menjaga keseimbangan antara performa finansial dan pengelolaan risiko teknis—dua aspek krusial dalam industri geothermal.

Ia menambahkan, dibandingkan sumber energi terbarukan lain, panas bumi memiliki keunggulan dari sisi stabilitas. Dengan capacity factor yang bisa mencapai 90 persen, pembangkit listrik tenaga panas bumi mampu beroperasi secara konsisten sepanjang hari.

Meski demikian, tantangan terbesar justru berada di tahap awal pengembangan. Proses identifikasi hingga eksplorasi membutuhkan waktu panjang, biaya besar, serta pendekatan sosial yang tidak selalu mudah di wilayah proyek.

“Kalau sudah beroperasi, pembangkit listrik panas bumi umumnya kinerjanya baik dan menguntungkan. Namun tantangan utama ada di fase awal, yang penuh risiko dan membutuhkan waktu panjang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Elrika menilai keberhasilan PGEO tidak hanya tercermin dari angka-angka keuangan, tetapi juga dari kontribusinya dalam membangun ekosistem energi baru terbarukan yang semakin matang.

Konsistensi dalam pengelolaan proyek, menurutnya, menjadi kunci dalam menciptakan kepastian di sektor yang selama ini dikenal berisiko tinggi.

“Kinerja yang stabil seperti yang ditunjukkan PGEO menjadi sinyal positif bagi pasar. Ini penting untuk mendorong investasi baru, karena industri geothermal membutuhkan komitmen jangka panjang serta kepastian kebijakan,” katanya.

Sejalan dengan kinerja keuangan tersebut, PGEO juga mencatatkan produksi listrik sebesar 5.095,48 gigawatt hour (GWh) pada 2025, meningkat 5,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh mulai beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 yang menambah kapasitas terpasang.

Di sisi lain, pemerintah melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) menargetkan porsi kapasitas pembangkit energi baru terbarukan mencapai 76 persen pada periode 2025–2034. Energi panas bumi sendiri diproyeksikan menyumbang kapasitas sebesar 5,2 gigawatt (GW).

Dengan capaian tersebut, kinerja PGEO dinilai sejalan dengan upaya Indonesia dalam menekan emisi karbon. Pemanfaatan energi panas bumi berperan langsung dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sekaligus mendukung target penurunan emisi sebesar 31,89 persen pada 2030, sebagaimana tertuang dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2022.

Ke depan, PGEO diharapkan mampu menjadi katalis utama dalam mempercepat pengembangan energi panas bumi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta transisi energi global.
(wur)

#panas-bumi #geothermal #pertamina-geothermal-energy-pge

https://ekbis.sindonews.com/read/1699521/34/pengamat-nilai-kinerja-pgeo-2025-tegaskan-keuntungan-investasi-sektor-panas-bumi-1776956673