Emiten Mal Pekanbaru (PAMG) Fokus Renovasi pada 2026

Emiten Mal Pekanbaru (PAMG) Fokus Renovasi pada 2026

PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. (PAMG) fokus renovasi Mal Pekanbaru 2026 dan mengucurkan capex Rp20,5 miliar.

(Bisnis.Com) 24/04/26 16:50 201929

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti pengelola Mal Pekanbaru, PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. (PAMG), memasang target moderat pada 2026 seiring dengan rencana renovasi dan revitalisasi menyeluruh.

Kendati demikian, performa perseroan diharapkan meningkat dalam jangka panjang seiring dengan beroperasinya mal secara penuh.

Leonardus Sutarman, Direktur PAMG, menyampaikan perseroan membidik pendapatan sebesar Rp49,32 miliar pada 2026, yang ditopang oleh lini usaha utama berupa sewa ruang, penyelenggaraan pameran, serta pengelolaan gedung. Sementara itu, laba bersih ditargetkan mencapai Rp1,47 miliar.

“Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang masih fluktuatif, diiringi strategi efisiensi operasional dan optimalisasi aset eksisting,” jelasnya, Jumat (24/4/2026).

Dari sisi operasional, perseroan memperkirakan jumlah kunjungan mencapai 3 juta orang sepanjang 2026. Angka ini mengalami penyesuaian seiring berlangsungnya proses renovasi dan revitalisasi mal, yang membuat tidak seluruh area dapat beroperasi secara optimal.

Untuk mendukung transformasi tersebut, PAMG mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp20,5 miliar.

Dana ini akan difokuskan pada revitalisasi dan modernisasi gedung, peningkatan fasilitas pengunjung, serta penyesuaian konsep mal agar lebih relevan dengan tren pasar. Sumber pendanaan berasal dari arus kas operasional dan dukungan pemegang saham.

Leonardus Sutarman mengatakan, prospek bisnis pusat perbelanjaan pada 2026 tetap tumbuh positif meskipun moderat, didorong oleh konsumsi domestik yang masih menjadi penopang utama sektor ritel. Seiring perubahan perilaku konsumen, perseroan juga berupaya meningkatkan kualitas tenant mix.

PAMG menargetkan masuknya tenant-tenant strategis, termasuk brand nasional berskala besar, setelah revitalisasi rampung. Kehadiran tenant baru diharapkan mampu meningkatkan daya tarik mal sekaligus mendorong trafik pengunjung.

Di sisi lain, perseroan menilai gejolak geopolitik global yang berdampak pada pelemahan rupiah masih dapat dikelola. Hal ini lantaran mayoritas pendapatan berasal dari pasar domestik, sehingga bisnis mal dan hotel dinilai relatif resilien.

“Tekanan biaya operasional akan diantisipasi melalui efisiensi dan penyesuaian tarif secara selektif,” ujarnya.

Selain segmen ritel, PAMG juga melihat prospek bisnis hotel bintang lima tetap menjanjikan pada 2026. Pemulihan sektor pariwisata, peningkatan perjalanan domestik, serta tumbuhnya aktivitas MICE diperkirakan akan menopang tingkat okupansi dan profitabilitas hotel perseroan.

Pada 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp49,84 miliar, turun 4,95% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp52,44 miliar, seiring penurunan pendapatan dari segmen mal dan hotel. Laba bersih juga terkoreksi menjadi Rp977 juta dari Rp4,58 miliar pada 2024.

Dari sisi neraca, total aset tercatat Rp591,35 miliar atau naik 0,58% secara tahunan. Liabilitas meningkat 1,53% menjadi Rp161,63 miliar, sementara ekuitas tumbuh tipis 0,22% menjadi Rp429,73 miliar.

Menghadapi tantangan tersebut, perseroan mengoptimalkan strategi pemasaran berbasis digital, penguatan kanal omnichannel, serta penyelenggaraan program tematik untuk menjaga daya tarik pusat perbelanjaan.

Selain itu, riset pasar dan analisis data terus dilakukan guna memastikan strategi tenant dan promosi tetap relevan dengan preferensi konsumen.

#pekanbaru-mal #pamg-renovasi #properti-pekanbaru #target-pendapatan-pamg #revitalisasi-mal #kunjungan-mal-2026 #belanja-modal-pamg #tenant-strategis #bisnis-ritel-2026 #hotel-bintang-lima #konsumsi-do

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260424/47/1969145/emiten-mal-pekanbaru-pamg-fokus-renovasi-pada-2026