Bank Nagari Raup Laba Bersih Rp110,61 Miliar per Kuartal I/2026
Bank Nagari mencatat laba bersih Rp110,61 miliar pada Q1 2026, turun 5,96% YoY. Pendapatan bunga naik, namun beban operasional meningkat 17,67% YoY.
(Bisnis.Com) 28/04/26 16:02 205336
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Nagari membukukan laba bersih senilai Rp110,61 miliar pada kuartal I/2026. Raihan laba pada periode ini turun 5,96% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp117,62 miliar.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, perolehan laba bersih pada periode ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp486,41 miliar, naik 6,44% YoY dibanding raihan kuartal I/2025 yang sebesar Rp456,98 miliar.
Hingga Maret 2026, beban operasional lainnya mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Bank Nagari mencatat, beban operasional lainnya menanjak 17,67% YoY dari Rp321,66 miliar menjadi Rp378,48 miliar.
Meningkatnya beban operasional lainnya didorong oleh membengkaknya sejumlah komponen nonbunga. Di antaranya, impairment yang naik 36,82% YoY menjadi Rp71,15 miliar dan beban tenaga kerja yang meningkat 20,06% YoY menjadi sebesar Rp241,97 miliar.
Adapun, Bank Nagari mencatatkan laba operasional sebesar Rp107,92 miliar hingga Maret 2026. Realisasi itu menyusut 20,25% YoY dari kuartal I/2025 yang sebesar Rp135,32 miliar.
Pada saat yang sama, perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba nonoperasional sebesar 118,99% YoY dari Rp15,47 miliar pada kuartal I/2025 menjadi Rp33,88 miliar pada kuartal I/2026.
Dari sisi fungsi intermediasi, total penyaluran kredit Bank Nagari mencapai Rp20,41 triliun. Dibandingkan dengan realisasi kuartal I/2025 yang sebesar Rp21,24 triliun, realisasi pada periode ini mengalami koreksi 3,89% YoY.
Kemudian dari sisi penghimpunan dana, Bank Nagari mencatatkan total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp27,18 triliun, tumbuh tipis 1,18% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp26,86 triliun.
Pertumbuhan DPK pada periode ini utamanya ditopang oleh pertumbuhan simpanan giro sebesar 61,37% YoY menjadi Rp5,04 triliun. Pada kuartal I/2025, simpanan giro Bank Nagari mencapai Rp3,12 triliun.
Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) perusahaan meningkat dari 21,13% menjadi 21,99%. Untuk kualitas kredit, Bank Nagari mencatat NPL gross sebesar 2,65% meningkat dari kuartal I/2025 sebesar 2,07% dan NPL net 0,85% dari sebelumnya 0,50%.
Sementara itu, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Nagari meningkat dari 5,86% menjadi 6,20%, sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) naik dari 83,10% menjadi 86,02% pada kuartal I/2026.
#bank-nagari #laba-bersih #kuartal-i-2026 #pendapatan-bunga #beban-operasional #impairment #beban-tenaga-kerja #laba-operasional #laba-nonoperasional #penyaluran-kredit #dana-pihak-ketiga #simpanan-gir