Sekar Laut (SKLT) Cetak Pendapatan Rp2,65 Triliun pada 2025
PT Sekar Laut Tbk. (SKLT) mencatat pendapatan Rp2,65 triliun pada 2025, naik 16% yoy, didorong inovasi produk dan distribusi. Target 2026: penjualan naik 10%.
(Bisnis.Com) 29/04/26 12:16 206215
Bisnis.com,SURABAYA — Emiten produsen kerupuk dan saus, PT Sekar Laut Tbk. (SKLT), membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 16% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp2,65 triliun pada akhir 2025.
Sekretaris Perusahaan SKLT, Jimmy Herlambang, menjelaskan capaian ini didorong oleh penguatan rantai distribusi dan inovasi produk di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurutnya, pendapatan neto SKLT meningkat dari Rp2,29 triliun pada 2024 menjadi Rp2,65 triliun pada akhir 2025. Pertumbuhan ini juga diikuti oleh kenaikan laba usaha sebesar 6% menjadi Rp126 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp119 miliar.
"Pertumbuhan signifikan terjadi pada segmen saus dan sambal yang melonjak 16%, dari Rp670 miliar menjadi Rp775 miliar. Sementara itu, segmen kerupuk mencatatkan kenaikan 12% menjadi Rp495 miliar dari sebelumnya Rp441 miliar," ungkapnya saat RUPST di Surabaya, Selasa (28/04/2026).
Sebaliknya, dia menambahkan, segmen roti mengalami koreksi sebesar 8% menjadi Rp64 miliar, yang dipengaruhi oleh dinamika pasar dan isu produk terafiliasi global.
Adapun pada 2026, SKLT menetapkan target pertumbuhan penjualan sebesar 10% dengan proyeksi laba bersih di kisaran 10% hingga 15%. Perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi untuk menghadapi gejolak harga bahan baku dan kemasan yang meningkat akibat krisis geopolitik.
“Kami telah menetapkan penyesuaian harga jual rata-rata sekitar 10% di awal tahun ini untuk menjaga margin. Fokus kami adalah memperkuat penetrasi pasar domestik hingga ke pelosok daerah serta memperluas jangkauan ekspor,” jelasnya.
Guna menunjang target tersebut, dia menyebut, SKLT mengalokasikan belanja modal (capex) untuk peremajaan mesin produksi. Kapasitas produksi perseroan yang berada di level 50.000 ton pada 2025 ditargetkan meningkat menjadi 65.000 ton pada 2026.
Dia menegaskan, peningkatan kapasitas ini difokuskan pada lini saus dan sambal, menyusul tingginya permintaan pasar terhadap kemasan ritel saset (retail pack) 9 gram yang dinilai lebih terjangkau bagi konsumen.
Selain meningkatkan output, penggunaan mesin baru ini diproyeksikan mampu mengefisiensikan konsumsi energi dan menekan biaya produksi.
Di sisi ekspor, Jimmy menambahkan, SKLT berupaya melakukan diversifikasi pasar guna mengantisipasi hambatan logistik di wilayah Timur Tengah. Perseroan mulai membidik pasar baru di kawasan Asia, seperti Taiwan dan China, serta merambah pasar Afrika.
"Saat ini, porsi ekspor berkontribusi sekitar 15% terhadap total penjualan, sementara pasar domestik masih mendominasi sebesar 85%," ujarnya.
Hingga akhir 2025, Jimmy menyebut total aset SKLT tumbuh 18% menjadi Rp1,8 triliun. Aset lancar meningkat 10% dengan komponen terbesar pada persediaan senilai Rp454 miliar dan piutang usaha Rp312 miliar.
"Meskipun total liabilitas meningkat 34% menjadi Rp816 miliar akibat kebutuhan investasi, perseroan menegaskan kemampuan likuiditas tetap terjaga. Hal ini tercermin dari peningkatan ekuitas sebesar 8% menjadi Rp984 miliar, yang memperkuat struktur modal perusahaan melalui pendanaan non-utang," tuturnya. (K24)
#sekar-laut #sklt #pendapatan-2025 #pertumbuhan-pendapatan #laba-usaha #segmen-saus #segmen-kerupuk #target-pertumbuhan #strategi-mitigasi #penetrasi-pasar #belanja-modal #kapasitas-produksi #permintaa