QRIS RI-China Resmi Jalan, Pengamat Ingatkan Syarat agar Manfaat Maksimal

QRIS RI-China Resmi Jalan, Pengamat Ingatkan Syarat agar Manfaat Maksimal

Peluncuran QRIS RI-China mempermudah transaksi, namun manfaat optimal jika risiko seperti keamanan dan regulasi dikelola baik. Ini mendukung ekonomi digital.

(Bisnis.Com) 03/05/26 16:45 209617

Bisnis.com, JAKARTA — Peluncuran QRIS di China diyakini mampu mempermudah transaksi dan mendorong efisiensi pembiayaan negara. Kendati begitu, manfaatnya baru akan optimal jika sejumlah risiko dapat dikelola dengan baik.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede menyampaikan, implementasi QRIS antarnegara Indonesia–China sangat strategis lantaran menunjukkan bahwa standar pembayaran Indonesia kini mulai jadi jaringan pembayaran global.

“Ini menunjukkan bahwa standar pembayaran nasional Indonesia tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi mulai menjadi bagian dari jaringan pembayaran global,” kata Josua kepada Bisnis, dikutip pada Minggu (3/5/2026).

Josua menambahkan, langkah ini memperkuat kedaulatan sistem pembayaran. Pasalnya, transaksi warga Indonesia di China maupun sebaliknya dapat dilakukan melalui kanal yang terhubung dengan standar Indonesia dan diawasi otoritas masing-masing.

Sistem ini juga diarahkan untuk memakai mata uang lokal sehingga ketergantungan pada dolar AS, kartu asing, penukaran uang tunai, dan biaya konversi dapat berkurang.

Selain itu, lanjut dia, Bank Indonesia (BI) telah menegaskan bahwa kerja sama dengan bank sentral China, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan industri kedua negara ditujukan untuk membuat pembayaran lebih lancar, efisien, dan inklusif, sekaligus mendukung perdagangan, pariwisata, dan investasi kedua negara.

Hal ini sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 yang menempatkan perluasan QRIS antarnegara sebagai bagian dari agenda menjaga kepentingan nasional dalam ekonomi keuangan digital lintas negara.

Namun, Josua menyebut bahwa manfaat tersebut hanya akan optimal jika BI dan industri mampu mengelola risikonya secara ketat. Dia menuturkan, risiko utama berasal dari perbedaan aturan antarnegara, model bisnis penyedia jasa pembayaran, standar teknis kode QR, struktur biaya, pertukaran data, keamanan transaksi, pelindungan konsumen, serta pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Mengingat China memiliki ekosistem pembayaran digital yang sangat besar, Josua menilai bahwa Indonesia juga perlu memastikan hubungan kerja sama tetap seimbang, tidak menimbulkan ketergantungan baru, dan tidak mengurangi kendali Indonesia atas data, standar, pengawasan, serta penyelesaian transaksi.

Menurutnya, industri perlu memperkuat keamanan siber, kesiapan sistem, mekanisme pengaduan, pemantauan transaksi mencurigakan, dan kejelasan kurs yang digunakan agar masyarakat merasa aman.

“Jadi, QRIS Indonesia-China bukan hanya inovasi pembayaran, tetapi juga ujian tata kelola. Semakin besar keterhubungan lintas negara, semakin penting disiplin pengawasan, keamanan, dan perlindungan kepentingan nasional,” pungkasnya.

#qris #qris-indonesia #qris-china #qris-antarnegara #standar-pembayaran #jaringan-pembayaran-global #sistem-pembayaran #mata-uang-lokal #bank-indonesia #kerja-sama-bank-sentral #pembayaran-efisien #per

https://finansial.bisnis.com/read/20260503/90/1970931/qris-ri-china-resmi-jalan-pengamat-ingatkan-syarat-agar-manfaat-maksimal