Sejumlah Indikator Tunjukkan Ekonomi RI Masih Solid
Konsumsi domestik menjaga pertumbuhan ekonomi.
(Republika) 03/05/26 18:05 209654
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejumlah indikator ekonomi nasional menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global. Stabilitas fiskal, inflasi terkendali, serta konsumsi domestik yang kuat menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Data resmi pemerintah memperlihatkan inflasi berada di kisaran 3,5 persen, defisit anggaran tetap di bawah 3 persen, serta rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) masih di bawah 40 persen. Konsumsi domestik yang turut menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat dan kredibel meski menghadapi tantangan global. “Saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik, malah orang-orang sana pada kagum tuh,” ujar Purbaya dalam media briefing di Jakarta, belum lama ini.
Purbaya menjelaskan, likuiditas ekonomi tetap terjaga melalui strategi pengelolaan kas pemerintah yang proaktif, termasuk penempatan dana pemerintah di perbankan untuk memperkuat aktivitas ekonomi. “Cash management kita sudah baik. Yang Rp300 triliun kita masukin ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas, supaya ekonomi bisa berjalan. Jadi nggak usah takut dengan APBN, pemerintah masih cukup dan uang kita masih banyak,” katanya.
Data-data ekonomi terkini mematahkan pernyataan Barisan Oposisi Indonesia (BOI). Pada pertengahan April, BOI menyampaikan sejumlah catatan terhadap arah kebijakan pemerintah, termasuk terkait kapasitas fiskal dan kondisi ekonomi nasional. Namun sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan kondisi ekonomi tetap relatif stabil.
Pemerintah juga menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi tepat sasaran, dengan fokus pada kelompok masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjaga kesehatan fiskal dalam jangka panjang.
Chief Economist IQI Global Shan Saeed mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dibandingkan banyak negara berkembang lainnya. “Kalau bicara Indonesia, rasio utang terhadap PDB masih di bawah 40 persen, defisit anggaran di bawah 3 persen, inflasi juga terkendali. Bank Indonesia juga melakukan pekerjaan yang bagus menjaga inflasi di bawah 3,5 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, stabilitas makroekonomi dan disiplin fiskal menjadi faktor utama yang menjaga optimisme terhadap ekonomi Indonesia. “Indonesia sejauh ini cukup solid. Dan saya tetap optimistis terhadap Indonesia karena empat hal utama: stabilitas makroekonomi, stabilitas pertumbuhan, disiplin fiskal, dan eksekusi kebijakan,” kata Shan Saeed.
Gambaran positif ekonomi nasional juga tercermin dari realisasi investasi kuartal I 2026 yang mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,22 persen secara tahunan, dengan penyerapan tenaga kerja meningkat 18,93 persen. Data tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi tetap bergerak dan daya beli masyarakat terjaga.
#ekonomi-indonesia #apbn-2026 #kondisi-fiskal-indonesia #inflasi-indonesia #investasi-indonesia #fundamental-ekonomi #barisan-oposisi-indonesia #stabilitas-ekonomi-nasional #konsumsi-domestik #kebijaka
https://ekonomi.republika.co.id/berita/tegk5e416/sejumlah-indikator-tunjukkan-ekonomi-ri-masih-solid