Kisah Haru Jemaah Haji 84 Tahun, Berangkat Sendiri karena Istri Tak Lolos Syarat Kesehatan

Kisah Haru Jemaah Haji 84 Tahun, Berangkat Sendiri karena Istri Tak Lolos Syarat Kesehatan

Zainudin, jemaah haji 84 tahun dari Tegal, berangkat sendiri ke Makkah setelah istrinya gagal memenuhi syarat kesehatan.

(Bisnis.Com) 03/05/26 18:56 209670

Bisnis.com, MAKKAH — Salah seorang jemaah hajilansia asal Tegal, Jawa Tengah, harus berangkat sendiri ke Tanah Suci setelah sang istri dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan, padahal sudah berada di embarkasi untuk bersiap terbang.

Zainudin, 84 tahun, tetap menunaikan ibadah haji setelah menunggu antrean selama 14 tahun. Namun, rencana berangkat bersama istri batal pada detik terakhir setelah hasil pemeriksaan kesehatan di embarkasi menunjukkan sang istri tidak layak terbang.

"Awalnya saya berangkat berdua dengan istri, tetapi mendadak istri saya sakit," ujarnya saat diwawancarai tim Media Center Haji (MCH) 2026 di Makkah, Arab Saudi.

Kondisi kesehatan sang istri menurun sekitar sepekan sebelum keberangkatan. Dia sempat masih beraktivitas normal, tetapi kemudian tidak mampu berjalan dan harus menggunakan kursi roda.

Saat pemeriksaan kesehatan final jemaah haji di embarkasi, petugas menemukan adanya gangguan kognitif yang membuat sang istri tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan haji.

"Waktu di embarkasi ditanya petugas, jawabannya sudah melantur. Ternyata mengalami gangguan ingatan," kata Zainudin.

Ketentuan istithaah kesehatan menjadi bagian krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah menetapkan syarat kesehatan jemaah haji sebagai penilaian untuk memastikan jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah yang menuntut kesiapan fisik dan mental.

Kasus ini mencerminkan bahwa tidak semua calon jemaah haji otomatis bisa berangkat ke Tanah Suci meskipun telah menunggu lama. Kesehatan jemaah haji tetap menjadi syarat penting dalam proses keberangkatan.

Meski harus berpisah, Zainudin tetap bersyukur karena kondisi fisik istrinya kini mulai membaik, meski fungsi ingatannya belum sepenuhnya pulih.

"Alhamdulillah sekarang sudah sehat lagi, sudah bisa beraktivitas," ujarnya.

Setibanya di Makkah, Zainudin melaksanakan umrah wajib sebagai rangkaian awal ibadah haji. Dia berharap dapat menjalani seluruh proses ibadah dengan lancar.

"Semoga saya diberi kesehatan dan bisa menjalankan ibadah sampai selesai," ujarnya dengan tetap tersenyum.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi calon jemaah untuk mempersiapkan kondisi kesehatan jauh sebelum keberangkatan, mengingat ibadah haji merupakan aktivitas fisik intensif yang membutuhkan daya tahan tubuh prima.

Jemaah haji diimbau untuk tidak memaksakan diri beraktivitas jika dapat memicu kelelahan, apalagi pada Minggu (3/6/2026) ini cuaca Makkah diperkirakan mencapai 43 derajat celcius. Untuk mencegah kelelahan maupun sakit, jemaah haji diimbau untuk beribadah di hotel masing-masing, terutama bagi para lansia.

Para jemaah haji dapat menjaga fisiknya untuk puncak haji, yakni ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

#jemaah-haji #haji-lansia #jemaah-haji-lansia #cerita-jemaah-haji #embarkasi-haji #syarat-kesehatan-haji #kesehatan-jemaah #ibadah-haji #umrah-wajib #persiapan-haji #kesehatan-fisik-haji #cuaca-makkah #n-a

https://kabar24.bisnis.com/read/20260503/79/1970950/kisah-haru-jemaah-haji-84-tahun-berangkat-sendiri-karena-istri-tak-lolos-syarat-kesehatan