Implementasi PLTS 100 GW 2029 Butuh Dukungan Insentif dan Pembiayaan Murah
Kadin menyoroti pentingnya insentif dan pembiayaan murah untuk mencapai target PLTS 100 GW dalam 3 tahun, mengatasi kendala infrastruktur dan mendukung industri nasional.
(Bisnis.Com) 05/05/26 19:03 212163
Bisnis.com, JAKARTA — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt (GW) dalam 3 tahun atau pada 2029 dinilai perlu dibarengi dengan pemberian insentif yang atraktif guna mengakselerasi pencapaiannya.
Ketua Komite Tetap Kajian Hilirisasi dan Investasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi menilai program tersebut berpotensi menjadi pengungkit bagi industri nasional untuk memasok kebutuhan proyek secara signifikan.
Namun, dia mengatakan realisasi target itu tidak lepas dari sejumlah kendala mendasar.
Menurutnya, proyek PLTS skala besar membutuhkan skema pembiayaan dengan biaya yang lebih rendah agar layak secara ekonomi. Selain itu, keterbatasan infrastruktur jaringan menjadi hambatan utama.
“Infrastruktur jaringan juga menjadi tantangan karena lokasi PLTS sering jauh dari pusat beban, sehingga butuh percepatan transmisi dan interkoneksi,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip Selasa (5/5/2026).
Dia menambahkan, kebutuhan insentif fiskal menjadi krusial untuk menarik investasi dan mempercepat realisasi proyek. Chandra mengatakan, beberapa bentuk insentif yang dinilai relevan antara lain adalah tax holiday serta pembebasan bea masuk untuk komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.
Di sisi lain, kemudahan akses terhadap pembiayaan juga diperlukan untuk mendukung pengembangan proyek dalam skala besar. Skema pendanaan yang lebih fleksibel dinilai dapat mempercepat implementasi proyek yang saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Chandra juga melihat lonjakan permintaan domestik dari program PLTS berpotensi menjadi solusi bagi industri panel surya nasional yang terdampak kebijakan tarif dari Amerika Serikat. Kapasitas produksi yang sebelumnya bergantung pada pasar ekspor dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan proyek dalam negeri.
“Program ini menjadi momentum untuk menjaga keberlanjutan industri panel surya nasional dan mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri,” katanya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt dipercepat untuk mendukung ketahanan energi.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto usai menggelar rapat dengan Presiden Prabowo di Istana Negara pada akhir April lalu
Brian mengatakan bahwa dalam rapat tersebut Prabowo dengan Danantara, PLN, serta para ahli di kementerian dan perguruan tinggi mengevaluasi terkait program PLTS 100 gigawatt.
"Bapak Presiden menanyakan perkembangannya [PLTS], dan meminta agar itu dipercepat terutama untuk yang diesel," kata Brian.
Lebih lanjut, Brian mengatakan bahwa instalasi untuk PLTS 100 GW telah disiapkan dan ditargetkan instalasi 17 gigawatt PLTS yang berasal dari diesel terlaksana pada tahun ini.
"Lokasinya nanti, semuanya dari PLN ya sebagai implementator program tersebut," ujarnya.
#plts #plts-100-gw #insentif-plts #pembiayaan-murah-plts #kadin-plts #proyek-plts #infrastruktur-plts #insentif-fiskal #tax-holiday-plts #pembebasan-bea-masuk #pembiayaan-plts #industri-panel-surya #ke