Perbandingan Gaji Lulusan SD, SMP, SMA hingga S1 di RI, Berapa Tertinggi?
Survei BPS 2026 menunjukkan upah buruh di Indonesia meningkat seiring tingkat pendidikan, dengan lulusan S1 ke atas memperoleh rata-rata Rp4,77 juta.
(Bisnis.Com) 06/05/26 14:42 213117
Bisnis.com, JAKARTA — Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2026 mencatat bahwa upah buruh berkorelasi positif dengan tingkat pendidikan yang ditamatkan.
Data BPS menunjukkan bahwa gaji buruh berpendidikan Diploma IV, S1, S2, dan S3 di Tanah Air memperoleh rerata upah Rp4,77 juta. Angka ini jauh di atas buruh berpendidikan SD ke bawah yang hanya menerima Rp2,23 juta.
“Dengan demikian, buruh berpendidikan Diploma IV, S1, S2, S3 menerima upah sebesar 2,1 kali lipat dibandingkan buruh berpendidikan SD ke bawah,” tulis BPS dalam berita resmi statistik, dikutip pada Rabu (6/5/2026).
Selain rerata upah buruh berpendidikan sarjana ke atas dan SD ke bawah tersebut, BPS juga memetakan bahwa rerata upah buruh lulusan Diploma I, Diploma II, dan Diploma III mencapai Rp4,04 juta.
Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan buruh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan rerata upah tercatat sebesar Rp3,17 juta.
Selisih tipis ditunjukkan oleh upah buruh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan rerata sebesar Rp3,08 juta per Februari 2026. Sementara itu, upah buruh lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat sebesar Rp2,55 juta.
Perbedaan upah itu tidak hanya terjadi antartingkat pendidikan, melainkan juga berdasarkan jenis kelamin. Secara umum, buruh laki-laki tercatat selalu menerima upah lebih tinggi dibandingkan perempuan di seluruh tingkat pendidikan.
Pada kelompok pendidikan tinggi, upah buruh laki-laki tercatat sebesar Rp5,63 juta, sedangkan perempuan sebesar Rp3,99 juta.
Pada kelompok pendidikan rendah, buruh laki-laki berpendidikan SD ke bawah menerima Rp2,51 juta, sedangkan perempuan hanya Rp1,47 juta.
Selisih upah terbesar antara laki-laki dan perempuan tercatat pada kelompok pendidikan Diploma I/II/III, yakni mencapai Rp1,72 juta.
Di sisi lain, BPS juga mencatat jumlah penduduk bekerja hingga Februari 2026 meningkat menjadi 147,67 juta orang atau bertambah 1,9 juta orang secara tahunan.
Apabila diperinci, jumlah pekerja penuh tercatat sebanyak 98,59 juta orang atau bertambah 2,11 juta orang, sementara pekerja paruh waktu sebanyak 38,35 juta orang atau meningkat 0,73 juta orang.
Selain itu, BPS melaporkan jumlah setengah pengangguran sebanyak 10,73 juta orang, menurun 940.000 orang secara tahunan pada periode yang sama. Jumlah pengangguran mencapai 7,24 juta orang, turun 35.000 orang dibandingkan Februari 2025.
#gaji-lulusan-sd #gaji-lulusan-smp #gaji-lulusan-sma #gaji-lulusan-s1 #perbandingan-gaji-buruh #gaji-buruh #upah-buruh #upah-buruh-indonesia #upah-berdasarkan-pendidikan #upah-laki-laki-vs-perempuan #g