Gubernur Jateng Minta Investor Ikut Serap Tenaga Kerja Lokal
PT Borine Technology Indonesia menambah investasi sebesar US$1,4 miliar di KEK Kendal. PMA tersebut diharapkan bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
(Bisnis.Com) 06/05/26 17:23 213364
Bisnis.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta investor yang menanamkan modal di wilayahnya untuk memberikan prioritas utama kepada penyerapan tenaga kerja lokal. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya komitmen investasi bernilai miliaran dolar di kawasan industri strategis.
Imbauan itu disampaikan dalam kunjungan kerja ke PT Borine Technology Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal pada Rabu (6/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Luthfi menengok fasilitas produksi sekaligus menemui manajemen perusahaan untuk membuka ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha.
Berdasarkan hasil dialog yang dilakukan, teridentifikasi bahwa kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal telah mencapai standar internasional yang setara dengan tenaga kerja di negara maju, termasuk China. Luthfi menyatakan bahwa kemampuan adaptasi dan etos kerja yang tinggi dari masyarakat Jawa Tengah merupakan aset fundamental yang memungkinkan industri lokal bersaing secara kompetitif di pasar global.
"Artinya, selama kita mempunyai niat untuk bekerja, khususnya wilayah Jawa Tengah, kita mampu bersaing dengan negara lain," ujar Luthfi seusai melakukan peninjauan di KEK yang didampingi oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Purnamasari.
Kepercayaan investor terhadap ekosistem bisnis di Jawa Tengah tercermin nyata melalui angka investasi PT Borine Technology Indonesia. Setelah menyelesaikan pembangunan fase 1 dengan nilai investasi mencapai US$700 juta, perusahaan kini secara resmi berkomitmen untuk melakukan perluasan pabrik pada fase 2 dengan nilai tambahan mencapai US$1,4 miliar. Jika diakumulasikan, total komitmen modal yang masuk dari satu entitas ini saja mencapai US$2,1 miliar, sebuah angka yang diharapkan memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian Jawa Tengah.
Dampak positif dari arus modal ini tidak hanya terbatas pada satu perusahaan induk. Ekspansi tersebut secara organik ikut menarik ekosistem pendukung ke KEK Kendal. PT Borine diketahui telah mengajak sedikitnya enam perusahaan pemasok bahan baku untuk turut merelokasi operasional atau membuka cabang baru di Jawa Tengah. Fenomena ini menciptakan integrasi rantai pasok yang lebih efisien, mengurangi ketergantungan pada komponen impor, serta memperkuat struktur manufaktur regional dari hulu ke hilir.
Untuk mempertahankan tren positif tersebut, Luthfi menginstruksikan seluruh jajaran kepala daerah hingga kepala dinas terkait untuk melakukan transformasi paradigma dalam pelayanan publik. Pemerintah daerah harus berperan sebagai \'manajer pemasaran\' yang proaktif dalam menawarkan potensi investasi di wilayah masing-masing. Stabilitas keamanan, kepastian hukum, dan kemudahan birokrasi menjadi parameter krusial yang harus dijamin.
Di sisi lain, pertumbuhan industri yang pesat ini masih menyisakan tantangan besar di sektor logistik dan infrastruktur penunjang yang harus segera diatasi. Dalam sesi diskusi di KEK Kendal, pihak investor memberikan masukan mengenai urgensi optimalisasi akses maritim guna mempercepat distribusi barang ekspor.
Sebagai respons terhadap aspirasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk meningkatkan intensitas koordinasi dengan PT Pelindo dan Kementerian Perhubungan. Rencana strategis yang akan diambil mencakup pembukaan kembali operasional Pelabuhan Kendal dan Batang, serta percepatan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang. Langkah sinkronisasi antara kawasan industri dan infrastruktur pelabuhan ini diharapkan dapat menekan biaya logistik nasional dan meningkatkan efisiensi waktu pengiriman secara signifikan.
#investor-jawa-tengah #tenaga-kerja-lokal #investasi-miliaran-dolar #kawasan-industri-strategis #kompetensi-sdm-lokal #pasar-global #ekosistem-bisnis-jateng #pt-borine-technology #ekspansi-pabrik #rant