Biaya Pendidikan Naik Tiap Tahun, Ini Cara Siapkan Dananya dengan Asuransi

Biaya Pendidikan Naik Tiap Tahun, Ini Cara Siapkan Dananya dengan Asuransi

Kenaikan biaya pendidikan yang terus terjadi setiap tahun menjadi tantangan tersendiri bagi banyak keluarga di Indonesia.

(Kompas.com) 06/05/26 17:56 213415

JAKARTA, KOMPAS.com – Kenaikan biaya pendidikan yang terus terjadi setiap tahun menjadi tantangan tersendiri bagi banyak keluarga di Indonesia.

Di tengah upaya mewujudkan masa depan anak yang lebih baik, orang tua dihadapkan pada realitas biaya sekolah yang semakin tinggi dan tidak selalu sejalan dengan kemampuan finansial yang dimiliki.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, uang pangkal sekolah rata-rata naik 10 hingga 15 persen per tahun. Sementara itu, inflasi biaya pendidikan tercatat sebesar 2,38 persen.

dok. Kredivo Ilustrasi biaya pendidikan yang terus naik setiap tahun.

Kondisi ini membuat dana yang telah disiapkan dalam jangka panjang kerap tidak mencukupi saat dibutuhkan.

Dalam praktiknya, banyak keluarga masih mengandalkan tabungan sebagai sumber utama pembiayaan pendidikan anak.

Namun, pendekatan ini dinilai memiliki risiko, terutama ketika kebutuhan dana meningkat lebih cepat dibandingkan pertumbuhan tabungan.

Tidak sedikit orang tua yang akhirnya harus mengambil dana darurat, mencairkan tabungan lain, atau mengalihkan anggaran bulanan untuk menutup biaya pendidikan.

Di sisi lain, kebutuhan finansial keluarga tidak hanya terbatas pada pendidikan anak. Orang tua juga tetap harus memenuhi kebutuhan sehari-hari, menyiapkan dana darurat, hingga merencanakan masa pensiun.

Tekanan finansial semakin terasa ketika dua fase penting terjadi berdekatan, seperti saat anak memasuki jenjang universitas dan orang tua mulai mendekati masa pensiun.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan, kenaikan biaya pendidikan yang melampaui inflasi umum membuat keluarga membutuhkan strategi perencanaan yang lebih komprehensif.

SHUTTERSTOCK/PASUWAN Ilustrasi asuransi.

“Di tengah kenaikan biaya pendidikan yang melampaui inflasi umum, kami melihat kebutuhan keluarga Indonesia tidak hanya sekadar menabung. Memiliki solusi perencanaan yang disiplin, terukur, dan tidak membebani cash flow bulanan menjadi sangat penting,” ujar Vivin dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, komitmen Prudential Syariah adalah menghadirkan solusi perlindungan dan perencanaan dana pendidikan yang dapat membantu orang tua merencanakan masa depan anak dengan lebih tenang.

Memisahkan pos dana pendidikan

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah memisahkan dana pendidikan dari tabungan utama.

Penyatuan dana kerap membuat alokasi pendidikan terpakai untuk kebutuhan lain, sehingga target dana menjadi tidak tercapai.

Dengan memiliki pos khusus, orang tua dinilai dapat lebih disiplin dalam mengelola keuangan serta menjaga fokus pada tujuan jangka panjang pendidikan anak.

Menyesuaikan dengan kemampuan keuangan

Selain itu, perencanaan dana pendidikan perlu disesuaikan dengan kemampuan arus kas bulanan keluarga. Nominal kontribusi tidak harus besar di awal, namun perlu dilakukan secara konsisten agar tidak mengganggu kebutuhan rutin.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan keuangan keluarga, sehingga perencanaan pendidikan tidak menjadi beban tambahan dalam pengeluaran bulanan.

Melengkapi dengan perlindungan risiko

Dok. Shutterstock/Monster Ztudio Ilustrasi asuransi jiwa

Perencanaan dana pendidikan juga perlu mempertimbangkan aspek perlindungan terhadap risiko. Dalam hal ini, asuransi jiwa menjadi salah satu instrumen yang dapat memastikan rencana pendidikan tetap berjalan meskipun terjadi risiko pada pencari nafkah.

Dalam skema syariah, perlindungan ini juga disertai dengan prinsip tolong-menolong melalui dana tabarru’, di mana peserta saling membantu ketika terjadi klaim.

Memulai sedini mungkin

Langkah lain yang dinilai penting adalah memulai perencanaan sejak dini. Dengan waktu yang lebih panjang, akumulasi dana dapat dilakukan secara bertahap dengan kontribusi yang relatif lebih ringan.

Pendekatan ini memberikan ruang bagi dana untuk berkembang sesuai target, sekaligus mengurangi tekanan finansial di masa mendatang ketika kebutuhan pendidikan semakin besar.

Vivin menegaskan, perencanaan pendidikan anak tidak harus dilakukan dengan mengorbankan kebutuhan saat ini. Menurut dia, strategi yang tepat dapat membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek dan tujuan jangka panjang keluarga.

“Prudential Syariah senantiasa menemani langkah Peserta dalam setiap fase hidupnya untuk mencapai keberkahan dalam hidup dan mewujudkan masa depan yang cemerlang. Dengan perencanaan yang tepat dan perlindungan yang menyeluruh, setiap impian untuk buah hati dan tujuan hidup Anda dapat diraih secara lebih maksimal,” kata Vivin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#biaya-pendidikan #pendidikan-anak #dana-darurat #prudential-syariah #kenaikan-biaya-pendidikan

https://money.kompas.com/read/2026/05/06/175606526/biaya-pendidikan-naik-tiap-tahun-ini-cara-siapkan-dananya-dengan-asuransi