Kemenperin Pastikan Stok Bahan Baku Petrokimia Sudah Aman

Kemenperin Pastikan Stok Bahan Baku Petrokimia Sudah Aman

Kemenperin memastikan stok bahan baku petrokimia aman meski ada tantangan global. Diversifikasi sumber dan insentif fiskal dilakukan untuk stabilitas industri.

(Bisnis.Com) 06/05/26 20:35 213603

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Industri Kimia Hulu pada Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Wiwik Pudjiastuti, memastikan keamanan ketersediaan bahan baku bagi industri petrokimia nasional di tengah tekanan geopolitik global.

Wiwik menjelaskan bahwa kondisi stok bahan baku, khususnya yang bersumber dari nafta, gas, maupun alternatif lainnya, saat ini relatif terjaga. Hal tersebut ditopang oleh langkah industri dalam mengamankan pasokan dari berbagai sumber serta strategi pengelolaan persediaan yang lebih adaptif.

“Kondisi hulu, petrokimia sudah mulai membaik. Kita bisa pastikan bahwa stok aman,” ujarnya dalam acara Katadata Policy Dialogue terkait dampak konflik Timur Tengah terhadap industri dan ekonomi Indonesia, Rabu (6/5/2026).

Kendati demikian, Wiwik mengakui bahwa tantangan masih muncul, terutama terkait fluktuasi harga bahan baku yang dipengaruhi kondisi global. Namun demikian, industri dinilai dalam posisi yang cukup stabil dari sisi ketersediaan fisik.

Dia menambahkan ketergantungan terhadap impor bahan baku seperti nafta masih menjadi perhatian. Saat ini, sebagian besar kebutuhan nafta industri petrokimia nasional masih dipasok dari luar negeri, sehingga rentan terhadap gejolak eksternal.

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong diversifikasi sumber bahan baku, termasuk melalui pemanfaatanLiquefied Petroleum Gas (LPG). Pemerintah diketahui telah membebaskan bea impor LPG dalam 6 bulan ke depan untuk membantu sektor industri.

“Alternatif ini diupayakan supaya ketergantungan nafta bisa diselesaikan,” sebut Wiwik.

Kondensat juga diharapkan bisa dikonversi untuk membantu industri petrokimia dalam negeri. Kondensat adalah hidrokarbon cair ringan yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari pengolahan gas alam atau sumur minyak, yang sering disebut juga sebagai bensin alam ataunatural gas liquids(NGL).

“Ke depan dengan memanfaatkan batu bara. Dengan teknologi, batu bara bisa menjadi bahan baku yang bernilai dikembangkan menjadi produk kimia,” tutur Wiwik.

Selain itu, Kemenperin juga menyiapkan berbagai kebijakan untuk mendukung industri petrokimia. Pertama, yakni pemberian insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, dan tax deduction. Kemudian, kemudahan akses bahan baku industri. Terakhir, dukungan terhadap pengembangan energi dan teknologi alternatif.

#stok-bahan-baku #industri-petrokimia #kemenperin #bahan-baku-petrokimia #nafta-impor #diversifikasi-bahan-baku #lpg-impor-bebas-bea #kondensat-petrokimia #teknologi-batu-bara #insentif-fiskal-industri

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260506/257/1971918/kemenperin-pastikan-stok-bahan-baku-petrokimia-sudah-aman