Bulog Usul Tunjangan Beras untuk TNI, Polri, ASN: Stok Melimpah
Dirut Bulog usulkan TNI, Polri, dan ASN kembali dapat tunjangan beras (natura) karena cadangan beras melimpah. Program ini akan menggunakan beras jenis medium.
(Kompas.com) 06/05/26 20:50 213620
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, mengusulkan agar TNI, Polri, dan aparatur sipil negara (ASN) kembali mendapatkan tunjangan beras (natura).
Rizal mengusulkan skema tersebut karena saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog melimpah.
“Mumpung beras Bulog itu berlimpah kami sarankan untuk ke depannya TNI, Polri, dan ASN juga mendapat beras Bulog seperti natura zaman-zaman dahulu waktu kita masih kecil-kecil,” ujar Rizal saat ditemui di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026).
KOMPAS.com/Syakirun Ni\'am Direktur Utama PT Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, saat ditemui di sela-sela penyaluran 350.000 bantuan paket sembako untuk buruh pada peringatan Hari Buruh Sedunia di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).Menurut Rizal, jenis beras yang akan digunakan dalam program tersebut merupakan jenis medium.
Namun, ia belum menyampaikan lebih lanjut mengenai usulan tersebut apakah sudah disampaikan kepada pihak pemerintah.
“Berasnya medium, beras medium,” tutur Rizal.
Di luar gaji pokok, PNS memang berhak mendapatkan tunjangan yang diperoleh.
Di antara bentuk tunjangan itu adalah beras (natura) dan uang (innatura).
Selain untuk PNS, tunjangan pangan itu juga diberikan negara untuk anggota TNI dan Polri berikut keluarga mereka.
Mengenai besaran tunjangan diatur dalam Peraturan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor 67 Tahun 2020 tentang Tunjangan Beras dalam Bentuk Natura dan Uang.
Dalam ketentuan itu disebutkan, PNS, TNI, dan Polri aktif berhak mendapatkan 10 kilogram beras atau uang senilai 10 kilogram beras seharga Rp 8.074 per kilogram.
Pada kesempatan tersebut, Rizal mengungkapkan stok CBP di gudang Bulog sampai hari ini sudah mencapai 5,2 juta ton.
Sementara, kapasitas gudang Bulog hanya 3,7 juta ton.
Untuk memenuhi kebutuhan penampungan itu Bulog menyewa gudang dari pihak swasta.
Di sisi lain, Bulog juga tengah membangun 100 gudang di berbagai daerah terpencil dan meningkatkan kapasitas beberapa gudang yang sudah ada.
“Sekarang sedang proses dan nanti diprioritaskan untuk di pulau-pulau terdepan,” ucap Rizal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#tunjangan-beras #stok-beras #cadangan-beras-pemerintah #bulog